Dari pelatihan UMKM, menjadi inspirator kemandirian lingkungan

Selasa, 18 Agustus 2020 | 11:45 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebuah pelatihan keterampilan usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa berarti dua hal, yakni membangkitkan usaha semakin maju dan menginspirasi orang-orang di lingkungan sekitar. Setidaknya itu yang terlihat dari dua alumnus pelatihan keterampilan dan usaha yang digelar Patra Pertamina Niaga.

Mutmainah (51), warga Jalan Raya Pakis Aji, Pakisaji, Kabupaten Malang, membangun usaha olah kain Syafa Collection pada 2014. Selama ini ia banyak memproduksi bahan rajut dan sulam, seperti taplak meja, sarung bantal, jilbab, dan baju.

Semula, Mutmainah bekerja sendirian. Namun kini dia memiliki sepuluh orang perajin sulam dan 40 orang perajin rajut yang bekerja di bagian produksi. Sebagai seorang single parent, ia harus berupaya mandiri untuk menghidupi dirinya sendiri dan anak tunggalnya. Salah satu kuncinya adalah senantiasa memperkaya variasi produk rajut dan sulam agar dilirik pelanggan.

Mutmainah makin tersadar tentang pentingnya kerja keras dan kemandirian dalam berkreasi setelah melihat sosok Farida, mentor dalam pelatihan yang digelar Pertamina Patra Niaga untuk keluarga awak mobil tangki Terminal Bahan Bakar Minyak di Malang, Jawa Timur, tahun lalu.

Mutmainah takjub melihat Farida. Usia Farida diperkirakannya lebih dari 60 tahun. Namun perempuan itu membuat keterampilan menyulam terlihat sederhana saja, dan ini memotivasi banyak orang yang hadir dalam acara pelatihan itu.

Kenangan atas kegiatan itu membekas, menjadi ilmu baru. Rata-rata peserta yang belum berpengalaman menyulam kini bisa menghasilkan berbagai karya. "Bu Farida luar biasa memberi ilmu dan motivasi kepada kami. Jadi kami yang masih belajar ini merasa tertantang," kenang Mutmainah, Surabaya, Senin (17/8/2020).

Inspirasi pun datang dari pelatihan itu. "Dengan adanya pelatihan dari Pertamina Patra Niaga, ada ilmu baru yang bisa diaplikasikan ke kalung. Kalau dulu-dulu tidak pernah terpikir mengaplikasikan sulam ke kalung. Biasanya kan ke jilbab, slayer, syal," kata ibu satu anak ini.

Inspirasi ini tak hanya bermanfaat untuk kemandirian usaha sendiri, tapi juga untuk orang lain, seperti yang terjadi di Jogjakarta. Seorang ibu rumah tangga bernama Siyamiyati menjadi inspirator bagi kemandirian sejumlah ibu rumah tangga di kampungnya, di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Istri awak mobil tangki (AMT) Depo Rewulu, Jogjakarta, ini menularkan keterampilan pembuatan nugget dan jamur krispi yang diperoleh dari pelatihan yang digelar Pertamina Patra Niaga.

Perempuan berusia 47 tahun ini adalah istri Wagiono, salah satu sopir AMT Depo Rewulu. Sehari-hari, Siyamiyati menekuni pekerjaan sebagai penjahit. Namun dia tak pernah menutup diri terhadap pengetahuan baru, sehingga ikut dalam pelatihan pembuatan makanan jamur dan nugget dua tahun lalu. Pelatihan ini didanai dengan dana tanggung jawab sosial perusahaan Pertamina Patra Niaga.

Ada tiga kelompok istri AMT yang bergabung dan mendapat pelatihan, dan masing-masing kelompok beranggotakan lima orang. Sebelum pandemi datang, mereka rutin dilatih dan berkumpul setiap bulan untuk melakukan evaluasi produk, termasuk produk yang disalurkan dan dijual Rewulu oleh salah satu peserta pelatihan. Produk mereka beragam, mulai dari jamur krispi, nugget orisinal, nugget ayam, dan nugget jamur.

"Saya bersyukur mendapat pelatihan ini karena saya bisa membuat olahan jamur dan nugget. Minimal kalau tidak dijual, bisa dikonsumsi keluarga. Selain itu, dengan adanya kelompok usaha para istri AMT, saya bisa menambah jalinan persaudaraan," kata Siyamiyati.

Siyamiyati sendiri memilih tidak menggeluti usaha pembuatan kuliner jamur dan nugget ini dengan serius. "Saya lebih terfokus pada pekerjaan menjahit," katanya.

Siyamiyati tak sempat membuka usaha sampingan pembuatan jamur krispi dan nugget. "Selain itu, rumah saya dengan anggota yang lain paling jauh dari Rewulu," katanya.

Ibu empat anak ini punya cara lain untuk memanfaatkan hasil pelatihan dari Pertamina Patra Niaga, yakni mengajarkannya kembali kepada para tetangga. "Ilmu ini saya tularkan ke ibu-ibu anggota PKK. Kok alhamdulillah, ibu-ibu tertarik untuk bikin," katanya.

Dari sini, kemandirian terbangun di lingkungan Siyamiyati. Para anggota PKK itu mampu berinovasi. "Mereka membuat nugget daging dan nugget dari singkong. Jadi seperti combro, makanan tradisional Jawa, tapi tanpa tempe. Luarnya dibikin seperti nugget, ditusuk dengan stik es krim an laku dijual seribu rupiah per biji," katanya.

Siyamiyati bangga, hasil pelatihan Pertamina Patra Niaga yang diperolehnya bisa bermanfaat bagi lingkungannya. "Saya senang bermanfaat bagi orang lain, ada rasa kepuasan di hati, walau saya sendiri belum menghasilkan keuntungan finansial. Tapi saya senang berbagi ilmu, dan sudah kelihatan hasilnya. Ibu-ibu lain meniru," katanya.

Pelatihan Pertamina Patra Niaga ini tetap bisa menginspirasi, karena tak hanya berhenti pada acara seremonial. "Biasanya kan di tempat lain setelah pelatihan tidak ada apa-apa. Tapi kami benar-benar termotivasi karena selalu dimonitor melalui grup WA. Bahkan Pertamina Patra Niaga siap memberikan kompensasi berupa imbal balik uang bagi hasil kerajinan sulam ibu-ibu peserta pelatihan," kata Mutmainah.

Semua bahan sulam berasal dari Pertamina Patra Niaga. Mutmainah dan peserta kursus silam tinggal mengerjakan. "Ada yang mengumpulkan beberapa selendang dan kalung dihargai dengan nominal hampir Rp 1 juta. Ini tentu membuat ibu-ibu bersemangat dan termotivasi menyelesaikan tugas yang diberikan," kata Mutmainah.

Pertamina Patra Niaga sebenarnya memesan buah tangan (souvenir) bahan sulam untuk kenang-kenangan bagi para tamu acara perayaan ulang tahun perusahaan. Namun pandemi Covid-19 membuat rencana tersebut batal. Selain itu, pandemi juga membuat rencana Pertamina Patra Niaga untuk mengikutsertakan karya Mutmainah dan peserta pelatihan sulam dalam pameran tertunda.

Managef Corporate Communications & CSR Pertamina Patra Niaga Ayulia mengatakan, perusahaan percaya UMKM adalah penggerak perekonomian rakyat, dan dengan UMKM yang tangguh, maka perekonomian Indonesia pun akan kuat.

Ayulia menambahkan, dana tanggung jawab sosial (CSR) Pertamina Patra Niaga memang didesain untuk membantu pengembangan UMKM di Indonesia. "Kami senang apa yang kami lakukan bisa dikembangkan dan ditularkan Bu Siyamiyati ke lingkungan sekitar. Inilah energi positif yang akan membangun dan menguatkan Indonesia," katanya.kbc6

Bagikan artikel ini: