Kerja sama ekspor dengan Kanada, RI bidik Amazon

Rabu, 19 Agustus 2020 | 08:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah Indonesia tengah membidik pemasaran di e-commerce terbesar dunia yakni Amazon.com.

Sebagai tahap awal, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan bersama Trade Facilitation Office (TFO) Canada baru saja menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).

MoU itu memungkinkan produk UMKM dalam negeri masuk ke pasar Kanada hingga pasar-pasar lainnya di Amerika Utara.

"Untuk pemasaran Amerika Utara itu juga melalui marketplace yaitu Amazon.com yang difasilitasi melalui namanya Archipelago Store, itu diaspora kita yang memiliki Archipelago Store. Jadi melalui Archipelago Store itu akan masuk ke Amazon.com," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan, Selasa (18/8/2020).

Lantaran, Amazon.com memiliki potensi konsumen yang sangat besar. Dari Amerika Utara saja, bisa menyentuh hingga 7 miliar lebih konsumen.

"Karena di Amerika Utara, termasuk Kanada, AS dan lain-lain pasarnya di Amazon.com itu lebih dari hampir 7 miliar something lah. Itu gambaran pasar yang bisa di-capture di Amerika Utara jadi 7 miliar orang itu yah banyak," sambungnya.

Sedangkan, potensi ekspor konvensional yang selama ini dijalani oleh Indonesia ke Kanada hanya mampu menjamah 800 juta pelanggan/transaksi.

"Kalau secara konvensional ekspor melalui pengiriman, tentu kita kan dengan Kanada ini, seperti yang sudah disampaikan pak Mendag, mungkin ekspor kita tahun 2019 lalu kan 800 juta lebih, tapi total trade kita sekitar US$ 2,5 miliar," sambungnya.

Kerja sama ekspor kali ini fokus pada produk-produk UMKM seperti produk makanan olahan. Utamanya yang merupakan buatan perempuan Indonesia. Selain kerja sama ekspor, TFO Canada akan membantu para eksportir Indonesia ini mengembangkan kemampuan ekspornya melalui pelatihan capacity building, eksport development dan lain sebagainya. kbc10

Bagikan artikel ini: