Di tengah pandemi, Fortune Mate kembangkan proyek hunian di dekat Bandara Juanda

Rabu, 19 Agustus 2020 | 23:05 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Meski pasar properti di Tanah Air masih lesu akibat dampak pandemi Covid-19, PT Fortune Mate Indonesia Tbk tetap melakukan ekspansi dalam pengembangan proyek perseroan.

Emiten yang berkantor pusat di Surabaya ini sebelumnya telah mengambangkan proyek pergudangan di kawasan Tambak Sawah Sidoarjo dan Romokalisari Surabaya, serta proyek perumahan di kawasan Sememi Surabaya Barat.

Corporate Secretary PT Fortune Mate Indonesia Tbk, Agustinus Sunarto mengatakan, proyek baru yang dikembangkan sejak kuartal I tahun ini adalah hunian di Juanda Land yang berlokasi di dekat Bandara International Juanda. Rencananya, perseroan akan memasarkan sebanyak 40 unit rumah dua lantai di lokasi ini.

"Kita sudah mulai mengembangkan proyek ini sejak enam bulan lalu, dan sudah ada penjualan 3 unit. Dengan harga Rp 800 jutaan per unit, tentu kami  bersyukur di tengah pandemi ternyata pasar masih ada," katanya pada paparan publik perseroan di Surabaya, Rabu (19/8/2020).

Selain proyek tersebut, lanjut Agustinus, pihaknya juga masih memasarkan proyek perumahan di cluster Palm Oasis, The Green Tamansari, dan Palm Residence di kawasan Sememi, Surabaya.

Di areal seluas 20 hektare ini, perseroan bakal menyiapkan tipe rumah baru selain juga membangun sejumlah fasilitas lingkungan dan infrastruktur.

Dijelaskan Agustinus, perseroan memperkirakan kinerja sektor properti tahun ini memiliki kondisi yang tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Bahkan, ia menilai kondisinya akan jauh lebih sulit. 

"Dengan berlakunya kebijakan untuk bekerja dari rumah dan PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19 turut menekan kinerja properti, khususnya pada pergudangan. Namun pada sektor perumahan terutama sektor menengah bawah masih cukup menjanjikan karena pada sektor ini memiliki pasar tersendiri," ujarnya.

Perseroan pun, lanjut dia, tetap semangat dengan menyiapkan produk dan proyek baru guna memenuhi kebutuhan konsumen. Sehingga diharapkan saat pandemi berangsur menurun, bisa langsung bangkit.

Sementara itu sepanjang tahun 2019, penjualan bersih perseroan tercatat sebesar Rp 84,25 miliar, atau naik 94,87% dibanding penjualan bersih pada 2018 yang sebesar Rp 43,23 miliar. Meski begitu, laba komperehensif entitas induk perseroan pada 2019 turun 54,05% dari Rp 5,92 miliar yang dicapai pada 2018 menjadi Rp 2,72 miliar pada 2019.

Sedangkan sepanjang kuartal I/2020, penjualan bersih perseroan mencapai Rp 19,5 miliar atau turun 32,3% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang sebesar Rp 28,8 miliar. Sementara laba komperehensif entitas induk perseroan pada kuartal I/2020 sebesar Rp 268 juta atau turun 97,56% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 10,9 miliar.

"Sepanjang tahun lalu penjualan perseroan banyak dikontribusi dari penjualan pergudangan di Fortune Business Industrial Park di Tambaksawah Sidoarjo dan proyek pergudangan Romokalisari," ulas Agustinus.

Dari 4 blok proyek pergudangan di Tambaksawah Sidoarjo, lanjutnya, saat ini penjualan untuk blok A sudah mencapai 90 persen, sementara blok B 70 persen, dan blok C 30 persen. Harga pergudangan premium tersebut mulai di kisaran Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar per unit. kbc7

Bagikan artikel ini: