Pengetatan impor bikin harga batubara sentuh titik terendah sejak 2016

Selasa, 25 Agustus 2020 | 20:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Harga komoditas batubara terus mengalami penurunan hingga menyentuh rekor terendahnya dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu sebagai dampak pengetatan impor batubara oleh beberapa negara di tengah pandemi Covid-19.

Mengutip Bloomberg, harga batubara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Oktober 2020, Kamis (20/8/2020), menurun 1,94% ke US$ 50,50 per metrik ton. Harga tersebut merupakan harga terendah sejak November 2016. 

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penurunan harga batubara terjadi karena pemintaan batubara menurun. Sejak pandemi Covid-19 menyerang, China dan India sebagai negara pengimpor batubara terbesar jadi cenderung mengetatkan impor mereka. 

Pandemi yang berujung lockdown juga membuat cadangan batubara kedua negara tersebut masih melimpah sehingga kebutuhan impor batubara menurun. 

Selain itu, kedua negara tersebut juga masih khawatir dan mengetatkan impor batubara agar risiko penyebaran virus menurun dari kapal tongkang yang mengangkut batubara. 

"Pandemi masih terus menyebar ketakutan adanya kapal tongkang batubara yang masuk ke pelabuhan membuat kegiatan impor batubara menurun," kata Ibrahim batu-baru ini.

Sentimen lain yang membuat impor batubara menurun adalah biaya transportasi kapal tongkang batubara yang meningkat di tengah pandemi dan menambah beban negara pengimpor batubara. 

Di sisi lain, tren penurunan harga minyak mentah dunia yang terpengaruh konflik perang dagang AS dan China juga ikut menyeret harga batubara menurun. Belum lagi, ancaman resesi juga menambah sentimen negatif bagi harga batubara.

Sementara, kelebihan pasokan batubara juga menghantui pasar batubara. Ibrahim mengatakan kelebihan pasokan batubara di dalam negeri membuat perusahaan batubara mengalihkan pasokan ekspor ke pembangkit tenaga listrik dalam negeri. 

Dari banyaknya sentimen negatif yang menyelimuti batubara, Ibrahim memproyeksikan pergerakan harga batubara masih cenderung melemah selama pandemi belum selesai. "Harga batubara masih akan melemah, kapan naiknya, ya kalau virus selesai atau vaksin berhasil disebarluaskan," kata Ibrahim. 

Untuk sepekan ke depan Ibrahim memproyeksikan harga batubara berada di rentang US$ 49 per metrik ton-US$ 51 per metrik ton. 

Sementara, proyeksi harga batubara di kuartal III berada di rentang US$ 46 per metrik ton-US$ 52 per metrik ton. kbc10

Bagikan artikel ini: