Kinerja positif di tengah pandemi, Trias Sentosa optimis penjualan 2020 tumbuh dua digit

Selasa, 25 Agustus 2020 | 21:14 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Emiten industri flexible packaging, PT Trias Sentosa Tbk tetap optimis bisa membukukan kinerja positif di tahun ini, meski di tengah pandemi Covid-19 yang telah mengganggu perekonomian global dan nasional.

Presiden Direktur PT Trias Sentosa Tbk, Sugeng Kurniawan mengatakan, meski pasar global masih dihantui pandemi Covid-19, namun demand untuk produk flexible packaging masih bagus.

Dia mengungkapkan, kinerja perseroan pada semester pertama tahun 2020 masih positif, dimana penjualannya tumbuh double digit. Hal ini ditopang kebutuhan makanan dan minuman dalam kemasan yang semakin meningkat selama pandemi Covid-19.

Selain itu kemasan untuk produk lain seperti rokok dan konsumsi rumah tangga juga ikut naik, sehingga demand bahan kemasan juga ikut terkerek. Oleh karenanya, pihaknya optimistis hingga akhir tahun 2020, kinerja perseroan akan juga tumbuh double digit.

"Semester pertama masih bagus. Naik double digit atau diatas 10 persen. Kami optimis bisa mempertahankan hingga di semester dua tahun ini," kata Sugeng Kurniawan saat public expose di kantornya, Selasa (25/8/2020).

Namun demikian, diakuinya bahwa persaingan juga semakin ketat, baik di pasar domestik maupun pasar global. Pasalnya pasokan kaca film atau flexible packaging di pasaran lebih besar daripada demand.

Untuk itu, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi. Selain melakukan efisiensi cost, pihaknya juga akan memperbanyak produk yang bernilai tambah (value added). Selain itu, juga terus memperluas pasar baik di pasar domestik maupun global.

"Saat ini ekspor terus kami kembangkan. Beberapa negara tujuan ekspor utama kami masih di Jepang, Korea, Amerika, China dan negara Asia lainnya," tandasnya.

Perseroan, menurut Sugeng, tahun ini juga menggenjot kapasitas produksinya. Sebab industri hasil joint venture dan  terafiliasi, PT Trias Toyoba Astria (TTA) dengan investasi sebesar Rp 665 miliar juga mulai produksi. Kapasitas produksinya sekitar 22 ribu metrik ton per tahun.

Sementara itu sepanjang tahun 2019, pendapatan perseroan mencapai Rp 2,56 triliun atau turun tipis dibanding tahun 2018 yang sebesar Rp 2,63 triliun. Akibatnya laba bersih juga turun dari Rp 63,1 miliar pada 2018 menjadi Rp 38,9 miliar di 2019.

"Dari laba bersih perseroan tahun lalu, sebanyak Rp 14 miliar akan dibagikan dalam bentuk dividen dan sisanya akan digunakan untuk investasi dan keperluan modal kerja," ungkapnya. kbc7

Bagikan artikel ini: