Suku bunga kredit bank masih tinggi, ini kata pengusaha

Rabu, 26 Agustus 2020 | 09:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha mengeluhkan masih tingginya suku bunga kredit perbankan di tengah pandemi Covid-19, meski Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan atau BI-7DRRR.

Sepanjang 2020, BI telah menurunkan suku bunga BI-7DRRR 4 kali sebanyak 100 basis poin (bps), dari level 5 persen menjadi 4 persen.

"Saya mesti mengatakan tentang suku bunga. Ini paling lucu. Kita sudah tahu Bank Indonesia sudah menurunkan suku bunga secara signifikan. Tapi suku bunga pinjaman di bank turunnya pelan sekali," kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani dalam webinar virtual "Indonesia Hadapi Resesi", Selasa (25/8/2020).

Bahkan Shinta mengeluhkan masih ada suku bunga pinjaman bank di level dua digit. Menurutnya, pemberian restrukturisasi kepada pelaku usaha tidak berarti banyak bila suku bunga kredit kunjung turun.

"Oke ditunda restrukturisasi dalam jangka waktu 1 tahun, tapi suku bunganya enggak (kunjung) diturunin. Sampai sekarang kami masih bayar 11 persen, 12 persen. Jadi bayarnya ditunda, tapi tetap nantinya balik lagi ke suku bunga tinggi. Ini mesti diperhatikan," ucap Shinta.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) bank-bank besar RI berada pada level 9 persen hingga 11 persen.

Per akhir Juni 2020, SBDK korporasi Bank BRI sebesar 9,95 persen, Bank Mandiri 9,95 persen, BNI 9,85 persen, Bank Danamon 9,75 persen, Bank Permata 9,75 persen, BCA 9,25 persen, Maybank Indonesia 9,25 persen, Bank Panin 10,22 persen, CIMB Niaga 9,40 persen, dan UOB 10,15 persen. kbc10

Bagikan artikel ini: