Bidik pendapatan Rp391,6 triliun di 2021, PLN dekati pelanggan besar

Rabu, 26 Agustus 2020 | 09:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menargetkan pendapatan Rp 391,6 triliun pada 2021. Angka ini naik dari target 2020 yang sebesar Rp 256,7 triliun.

Untuk menggapai target pendapatan tersebut, sejumlah strategi dilakukan perusahaan setrum negara ini. Salah satunya dengan mendekati para pelanggan besar untuk meningkatkan penjualan listrik.

"Kami ingin mendengar harapan keinginan pelanggan dan melakukan kajian demand pelanggan besar," kata Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Energi DPR di Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Selain itu, PLN juga akan menjaga kecukupan pasokan listrik. Lalu, PLN bakal memberikan tarif kompetitif untuk pelanggan industri. Sehingga, ini akan mendorong konsumsi listrik dan mendorong roda perekonomian.

Di sisi lain, kenaikan target pendapatan ini dilakukan PLN di tengah anjloknya laba perusahaan. Sepanjang semester I/2020, PLN bisa meraup omzet Rp 139,77 triliun.

Angka ini tumbuh 1,63 persen (year-on-year/yoy) dan sudah terealisasi 54,4 persen dari target tahun ini. Meski demikian, kenaikan pendapatan ini tak cukup untuk menopang untung.

Sepanjang paruh pertama tahun ini, laba perusahaan anjlok hingga 96,28 persen yoy. Dari angka Rp 7,35 triliun pada semester I/2019, menjadi Rp 273,06 miliar pada semester I/2020.

Merosotnya laba perseroan ini terjadi karena belum dicatatkannya pendapatan kompensasi dari pemerintah atas penggantian biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik. Ini untuk beberapa golongan pelanggan yang tarif penjualan tenaga listriknya lebih rendah dibandingkan BPP, dan belum diperhitungkan dalam subsidi.

Meski laba PLN anjlok, beban usaha turun 1,69 persen. Dari Rp 152,5 triliun pada semester I/2019, menjadi Rp 149,92 triliun pada semester I/2020. Adapun untuk 2021, PLN memproyeksikan beban naik menjadi Rp 378,2 triliun.

Sejumlah langkah pun dilakukan PLN untuk menekan beban usaha dan meningkatkan efisiensi. Mulai dari mengoptimalkan bauran energi, menurunkan biaya energi primer, mengupayakan pemberlakuan Domestic Market Obligation (DMO) batu bara dan gas, hingga melaksanakan program efisiensi pemeliharaan dan optimalisasi persediaan. kbc10

Bagikan artikel ini: