Alhamdulillah, hari ini bantuan subsidi gaji untuk 2,5 juta tenaga kerja dicairkan

Kamis, 27 Agustus 2020 | 13:43 WIB ET

JAKARTA - Pemerintah hari ini akan mencairkan bantuan subsidi upah kepada 2,5 juta tenaga kerja. Pencairan tersebut ditandai peluncuran di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresiden Jakarta, Kamis (27/8/2020), yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pada 24 Agustus 2020 Kemnaker telah menerima data calon penerima bantuan subsidi upah sebanyak 2,5 juta orang yang bergaji di bawah Rp 5 juta. Data tersebut telah divalidasi dan diverifikasi BPJS Ketenagakerjaan. "Ini sebagai batch pertama penerima bantuan subsidi upah atau gaji," kata Ida Fauziyah dalam acara peluncuran tersebut.

Ida menerangkan, Kemnaker telah melakukan pengecekan kelengkapan dokumen sesuai dengan syarat dalam Permenaker Nomor 14 tahun 2020 sebagai payung hukum pelaksanaan bantuan subsidi upah atau gaji. "Data tersebut kemudian kami cek kelengkapannya sesuai kriteria yang diatur dalam Permenaker untuk meminimalkan risiko administrasi, dan tepat sasaran," ujar Ida Fauziyah.

Proses penyaluran bantuan melalui bank penyalur yang terhimpun dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) lewat transfer langsung ke masing-masing rekening pekerja. "Bantuan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan dengan total Rp 2,4 juta dan dicairkan dalam dua tahap pencairan masing-masing sebesar Rp 1,2 juta," terang Ida Fauziyah.

Adapun rincian penyaluran bantuan subsidi upah di masing-masing bank penyalur batch pertama adalah Bank Mandiri 700.000 naker lebih, rekening bank BNI 900.000, Bank BRI 600.000 dan di rekening BTN 200.000. "Penyaluran selanjutnya dilakukan secara bertahap hingga mencapai keseluruhan target 15,7 juta penerima," jelas Ida Fauziyah.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan target calon penerima bantuan subsidi upah atau gaji mencapai 15,7 juta tenaga kerja (naker). Dari data terakhir dengan menunjukkan jumlah rekening penerima yang berhasil dikumpulkan BPJS Ketenagakerjaan ada 13,8 juta naker atau 88 persen dari target.

Sedangkan data yang sudah divalidasi dan diverifikasi BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan kriteria Permenaker Nomor 14 tahun 2020, ada 10,8 juta orang atau 69 persen dari target.

Bagikan artikel ini: