Antam bidik jual 18 ton emas di tahun ini

Jum'at, 28 Agustus 2020 | 08:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Emas menjadi salah satu komoditas yang banyak dipilih masyarakat sebagai investasi di masa pandemi Covid-19 ini. Harganya terus meningkat, bahkan harga emas Antam sempat menembus level Rp 1.065.000 per gram menjadi alasan.

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) selaku BUMN produsen emas di Indonesia pun kebagian berkah dari fenomena ini. Banyaknya produk investasi yang bergejolak di era pandemi Covid-19 seperti saham membuat investor RI memindahkan portofolionya ke emas.

Hal lumrah itu juga terjadi di dunia. Ketika ekonomi dunia bergejolak emas dipilih untuk mengamankan sementara portofolionya. Sebab emas dipercaya sebagai safe haven.

Dengan melihat antusias yang cukup besar di dalam negeri, Antam pun akan fokus menjual seluruh produk emasnya di dalam negeri.

"Untuk emas fokus kami ke penjualan domestik. Ini yang kita lakukan saat ini, dimana target penjualan kami 18 ton itu kita upayakan untuk pasar domestik," kata Direktur Niaga Antam Aprilandi Hidayat Setia dalam Konferensi Pers Public Expose Live 2020, Kamis (27/8/2020).

Untuk emas sendiri Antam memiliki tambang yang bisa memproduksi sekitar 2 ton per tahun. Namun untuk penjualan tahun ini ditargetkan mencapai 18 ton. Seluruhnya difokuskan untuk dijual di domestik

"Saat ini kami lihat memang para pelanggan itu sudah mulai bisa melihat emas ini menjadi satu alat investasi, safe haven. Sehingga peluangnya sangat besar dan kita manfaatkan itu. Itu strategi kami," tuturnya.

Hingga semester I-2020 Antam sudah menjual sekitar 7,9 ton emas. Sementara produksi sepanjang Januari hingga Juni 2002 sebesar 850 kg.

Sepanjang semester I-2020 emas menjadi kontributor terbesar dari penjualan Antam yang mencapai Rp 9,23 triliun. Porsi penjualan emas mencapai 69% atau sebesar Rp 6,41 triliun.

Pada semester I-2020 segmen operasi Logam Mulia dan Pemurnian mencetak laba usaha Rp 495,16 miliar atau tumbuh 111% dibandingkan semester I-2019. kbc10

Bagikan artikel ini: