Belanja modal di BUMN di bawah Rp14 miliar dialihkan ke UMKM

Jum'at, 28 Agustus 2020 | 17:31 WIB ET
Menkop UKM, Teten Masduki
Menkop UKM, Teten Masduki

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki mengungkapkan pihaknya dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menjalin kesepakatan agar belanja BUMN dengan nilai di bawah Rp 14 miliar dialihkan untuk produk UMKM.

Ini dilakukan guna mendorong geliat usaha UMKM agar terus bertumbuh di masa pandemi Covid-19 dan mempercepat proses transformasi digital dari produk-produk UMKM.

"Kementerian BUMN sudah sepakati belanja di bawah Rp14 miliar akan diperuntukkan ke UMKM, meski saat ini baru sembilan BUMN dan secara gradual akan terus ditambah sampai seluruh BUMN menyerap produk UMKM," ujar Teten dalam video conference di Jakarta, Jumat (28/8/2020).

Presiden Joko Widodo juga telah menginstruksikan ke jajarannya agar dana total sebesar Rp 307 triliun yang terdapat di kementerian dan lembaga (K/L), agar dapat disalurkan untuk belanja produk UMKM.

"Untuk memudahkan penyelenggaraan jasa dan belanja produk UMKM kami sudah kerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), untuk buat laman khusus produk UMKM di e-catalog LKPP," kata Teten.

Teten menambahkan, pemerintah juga tengah menyiapkan stimulus bagi UMKM yang telah beralih ke digital dengan memanfaatkan market place atau toko digital, berupa subsidi UMKM. Harapannya stimulus tersebut akan mendorong percepatan transformasi UMKM ke digital.

"Kami juga menyiapkan gerakan belanja buatan Indonesia dan sedang disiapkan satu stimulus yaitu subsidi UMKM yang on boarding di market place digital. Diharapkan ada pertumbuhan UMKM di pasar online," terang Teten.

Sedangkan, untuk memudahkan UMKM Ultra Mikro ke akses pembiayaan, pemerintah telah meluncurkan Bantuan Presiden (banpres) bagi UKM Ultra Mikro untuk 12 juta pelaku usaha dengan dana hibah senilai Rp 2,4 juta.

"Program ini diharapkan selain membantu usaha mikro yang tergerus modalnya untuk konsumsi, kita ingin ke depan semua usaha UKM terhubung dengan lembaga pembiayaan terintegrasi dengan sistem keuangan inklusif," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: