Berkonsep rumah sehat, klaster Dandelion di Graha Natura diburu generasi muda

Senin, 31 Agustus 2020 | 18:13 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Tinggal di hunian yang sehat, aman dan nyaman seakan telah menjadi tren kebutuhan masyarakat apalagi di tengah pandemi Covid-19.

Menyadari hal itu, perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk berkomitmen untuk mewujudkannya di proyek yang dikembangkannya, salah satunya yang terbaru yakni pengembangan konsep rumah sehat di klaster Dandelion, Graha Natura Surabaya.

Klaster hunian yang hanya menyediakan sebanyak 63 unit rumah ini selaras dengan tema pengembangan Graha Natura sebagai kawasan perumahan yang mengutamakan healthy living, nature, dan technology. Rumah-rumah di klaster ini memiliki konsep rumah sehat yang compact dan fungsional.

Direktur Pemasaran PT Intiland Grande, anak usaha perseroan untuk pengembangan di Surabaya, Harto Laksono mengungkapkan bahwa peluncuran klaster Dandelion merupakan jawaban terhadap kebutuhan masyarakat terhadap hunian sehat di Surabaya. Sejak peluncuran pada pertengahan Agustus 2020, tipe-tipe rumah di klaster ini mendapat sambutan sangat baik dari konsumen, khususnya pasar di Surabaya.

"Dari total 63 unit yang kami siapkan, jumlah konsumen yang berminat sudah di atas 90 persen dan sebagian besar keluarga muda. Keunggulan konsep dan desain serta ukurannya yang compact dan fungsional menjadi daya tarik utama selain faktor harganya yang relatif terjangkau," kata Harto Laksono di Graha Natura Surabaya, Senin (31/8/2020).

Menurutnya, tingginya minat calon konsumen terhadap klaster Dandelion disebabkan oleh sejumlah faktor. Selain lokasinya yang strategis karena berada di tengah-tengah pengembangan kawasan yang memberikan kemudahan aksesibilitas bagi penghuninya, juga harga unit rumah yang relatif masih terjangkau yakni mulai dari Rp1,1 miliar. Selain itu keunggulan dari konsep pengembangannya sebagai rumah sehat yang compact dan fungsional.

Harto Laksono mengakui bahwa keunggulan desain dan tata ruang setiap rumah pada klaster Dandelion ini juga merupakan salah satu daya tarik bagi konsumen. Ia mengungkapkan bahwa ada kecenderungan konsumen-konsumen saat ini lebih menyukai rumah-rumah yang compact dan fungsional. Permintaan terhadap unit-unit rumah dengan ukuran besar semakin sedikit, namun sebaliknya kebutuhan terhadap rumah-rumah compact justru meningkat.

Kaster Dandelion mengusung konsep gerbang akses tunggal yang menghadirkan kawasan hunian privat dan eksklusif. Menempati area pengembangan seluas 0,8 hektar, klaster ini menyediakan dua tipe rumah dua lantai yang masing-masing menawarkan dua tipe pilihan dengan harga mulai Rp 1,1 miliar.

Kedua tipe itu yakni tipe Daisy dengan ukuran luas lahan 60 meter persegi (m2) atau 5x12 m2, dan tipe Daffodil dengan ukuran lahan 72 m2 atau 6x12 m2. Kedua tipe rumah ini, masing-masing menawarkan dua varian pilihan yakni Standard dan Deluxe dengan luas bangunan yang berbeda.

Dikatakan Harto Laksono, selama ini Intiland memang sangat memprioritaskan hunian sehat yang diantaranya banyak diminati generasi muda atau pasangan muda.

"Sebelum klaster Dandelion ini kami mengembangkan klaster Acacia dengan ukuran lebih besar seperti 6x15 m2 dengan harga di kisaran Rp 1,4 miliar hingga Rp 2,5 miliar per unit yang juga banyak diminati pasangan muda," jelas Harto.

Namun demikian, guna memberikan pilihan lebih kepada generasi muda, dilembangkan klaster Dandelion. Tak heran, saat ini pembeli di Graha Natura sekitar 70 persen adalah pasangan muda, meaki ada pilihan rumah yang lebih besar dengan harga Rp 3 miliar ke atas.

General Manager PT Intiland Grande, Edison Tan menambahkan, saat ini pihaknya memberikan banyak penawaran menarik untuk pembelian klaster Dandelion yang akan dilakukan secara pemilihan unit pada 5 September 2020 mendatang.

"Selain bebas biaya BPHTB dan biaya sertifikat, juga ada smartphone serta DP yang bisa diangsur hingga 18 kali," ujar Edison.

Cocok saat pandemi

Pendiri dan Chief Executive Officer Intiland Hendro S. Gondokusumo menjelaskan, pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan di masyarakat. Kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan menjadi prioritas utama masyarakat, termasuk terhadap kebutuhan fasilitas hunian yang menjadi tempat terbaik untuk berlindung dan menjaga keluarga.

"Konsep rumah tidak sebatas bangunan fisik saja. Rumah adalah 'benteng' terbaik saat pandemi, tempat kita mengisi kembali energi dan menjernihkan pikiran setelah bekerja, serta menjadi tempat berlindung terbaik bagi keluarga," jelasnya.

Tren kebutuhan konsumen terhadap konsep hunian sehat juga diakui oleh arsitek Budhi Harmunanto, pendiri BHA Architecture, firma arsitektur terkemuka di Indonesia. Menurutnya, ada kecenderungan para konsumen, khususnya kelompok profesional muda, sangat memahami dan peduli tentang kesehatan. Mereka punya kriteria dan standar utama dalam memilih rumah, bukan hanya aspek harga, tetapi juga intagible values yang diperoleh dari sebuah bangunan.

Dia mencotohkan bahwa muncul kecenderungan keluarga-keluarga muda, justru menginginkan rumah yang tidak terlalu besar, tetapi mampu memenuhi beragam kebutuhan dan aktivitasnya, serta kualitas suasananya. Fleksibilitas fungsi ruang, kemudahan dalam perawatan, dan faktor kenyamanan suasana menjadi poin-poin penting yang dipertimbangkan.

"Ada kecenderungan keluarga muda mendambakan sebuah rumah yang modern, simple, tetapi fungsional. Ukuran-ukuran tentang kemewahan telah bergeser lebih kepada aspek-aspek yang sifatnya lebih substansial yakni kenyamanan, suasana yang dihadirkan, maupun nilai-nilai yang sifatnya bukan lagi harfiah tetapi yang benar-benar dirasakan," tegas Budhi Harmunanto.

Dia mencontohkan, penerapan konsep desain arsitektur modern tropikal pada rumah-rumah di klaster Dandelion adalah contoh jawaban dari tren tersebut. Konsep desainnya mengutamakan dan memaksimalkan fungsi-fungsi ruangan. Pemilihan pintu dan jendela yang tinggi dan lebar menambah area bukaan yang fungsinya memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara yang alami.

Graha Natura merupakan salah satu pengembangan residensial terpadu yang dikembangkan oleh perseroan di Surabaya Barat. Berlokasi strategis dan dapat ditempuh hanya 10 menit dari CBD Surabaya Barat dan 20 menit dari gerbang tol Satelit, kawasan ini memiliki kemudahan akses ke berbagai pusat perbelanjaan, perkantoran, dan hiburan.

Di Graha Natura telah ditanam 10.000 pohon dari 1.000 jenis pohon yang akan tersebar di dalam kawasan. Tersedianya fasilitas area terbuka seluas 1,2 hektar, yang terdiri dari danau buatan, jogging track, area F&B, playground, serta area untuk penyelenggaraan kegiatan yang dapat dimanfaatkan sebagai area komunal bagi penghuni. kbc7

Bagikan artikel ini: