Perusahaan multifinance telah beri keringanan pembiayaan hingga Rp140,3 triliun

Selasa, 1 September 2020 | 14:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan pembiayaan (multifinance) mencatat telah memberi keringanan atau reatrukturisasi pembiayaan bagi 4,5 juta kontrak pembiayaan dengan nilai pokok Rp140,3 triliun dan bunga Rp35,9 triliun, sejak program restrukturisasi kredit digelar akibat pandemi Covid-19.

Hal ini terungkap dalam data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 26 Agustus 2020 terkait progres restrukturisasi 182 perusahaan pembiayaan atau multifinance.

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang W. Budiawan permohonan restrukturisasi nasabah multifinance bahkan mencapai 5,1 juta kontrak, dengan nilai outstanding pokok mencapai Rp166,1 triliun dan nilai outstanding bunga Rp42,2 triliun.

"Sebanyak 4,52 juta kontrak pembiayaan telah disetujui, 303.664 kontrak tak memenuhi persyaratan, sisanya yaitu 320.911 kontrak masih dalam proses," jelasnya seperti dikutip, Senin (31/8/2020).

Secara terperinci, kontrak pembiayaan yang masih berproses nilai outstanding pokoknya Rp14,3 triliun dengan bunga Rp3,4 triliun. Sementara yang tidak disetujui karena tak sesuai kriteria, nilai pokoknya Rp11,4 triliun dan bunga Rp2,8 triliun.

Apabila jenis multifinance yang ikut mensukseskan program restrukturisasi ini dibagi berdasarkan status afiliasinya, sebanyak 34 multifinance milik perbankan menyetujui 1,9 juta kontrak dengan nilai pokok Rp81,2 triliun dengan bunga Rp21,1 triliun.

Sementara 32 multifinance milik agen tunggal pemegang merek (ATPM) menyetujui 1,4 juta kontrak dengan nilai pokok Rp37,1 triliun dengan bunga Rp10,1 triliun.

Terakhir, multifinance independen atau yang tak memiliki induk usaha, menyetujui 1,08 juta kontrak dengan nilai pokok Rp22 triliun dengan bunga Rp4,6 triliun.

"Gambaran ini tentu menunjukkan bahwa perusahaan pembiayaan sudah habis-habisan ya, bagaimana mereka menjalankan program restrukturisasi ini. Kalau kami analogikan dalam keadaan normal, ini semua [nilai restrukturisasi] kan cashflow mereka," ujar Bambang. kbc10

Bagikan artikel ini: