Ekonomi mulai bangkit, Jatim alami inflasi 0,04 persen di bulan Agustus 2020

Rabu, 2 September 2020 | 12:43 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Laju indeks harga konsumen atau inflasi Provinsi Jawa Timur (Jatim) sedikit mengalami kenaikan. Jika pada bulan Juli 2010 laju indeks harga konsusen atau IHK Jatim mengalami deflasi sebesar 0,29 persen, maka pada Agustus 2020 mengalami inflasi sebesar 0,04 persen.

Bergeraknya laju inflasi tersebut dipicu karena naiknya harga berbagai kebutuhan dan jasa di Jatim. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Agustus 2020 antara lain emas perhiasan, angkutan udara, sekolah dasar, minyak goreng, bawang putih, ayam bakar, parfum, salak, anggur, dan mie.

"Dari sebelas kelompok pengeluaran, empat kelompok memberikan sumbangan terhadap inflasi, satu kelompok memberikan sumbangan deflasi, lima kelompok memberikan andil terhadap inflasi atau deflasi yang sangat kecil, dan satu kelompok tidak memberikan andil," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Jatim, Dadang Hardiwan, Surabaya, Selasa (1/9/2020). 

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan terhadap inflasi adalah kelompok transportasi sebesar 0,03 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,02 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,02 persen. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan andil inflasi sebesar 0,14 persen. Adapun kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau sumbangan deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,19 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang memberikan andil terhadap inflasi/deflasi yang sangat kecil yaitu kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga, kelompok kesehatan, dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya. Sedangkan kelompok yang tidak mengalami perubahan adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

"Dari delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, menunjukkan adanya kenaikan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau, sehingga hal ini mendorong terjadi kenaikan IHK sebesar 0,04 persen yaitu dari 104,08 poin pada Juli 2020 menjadi 104,12 pada Agustus 2020," katanya.

Dari delapan kota IHK di Jatim, tiga kota mengalami inflasi dan lima kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Surabaya sebesar 0,07 persen, diikuti Sumenep 0,03 persen, dan Kediri 0,02 persen.

Sedangkan kota yang mengalami deflasi masing-masing Jember sebesar 0,11 persen, Probolinggo 0,07 persen, Malang 0,06 persen, Madiun 0,02 persen, dan Banyuwangi 0,01 persen.

"Jika dibandingkan tingkat inflasi tahun kalender (Januari - Agustus) 2020 di 8 kota IHK Jawa Timur sampai dengan bulan Agustus 2020, Jember merupakan kota dengan inflasi tahun kalender tertinggi yaitu mencapai 1,27 persen, sedangkan kota yang mengalami inflasi tahun kalender terendah adalah Surabaya yang mengalami inflasi sebesar 0,82 persen," katanya.kbc6

Bagikan artikel ini: