Angkat bisnis perhotelan, sejumlah chef tantang masyarakat olah bahan makanan lokal

Rabu, 2 September 2020 | 14:56 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Industri perhotelan menjadi salah satu yang paling terkena dampak pandemi Covid-19. Meski saat ini pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah dicabut dan mulai diberlakukan adaptasi kebiasaan baru (new normal), namun belum juga mengangkat kinerja industri ini.

Berbagai upaya pun dilakukan sejumlah pelaku perhotelan agar tetap eksis di tengah pandemi. Salah satunya dengan mengoptimalkan produk food and beverage (F&B).

Langkah itu pula yang dilakukan sejumlah chef di Surabaya dengan menggelar even yang mengajak masyarakat untuk mengolah makanan berbahan lokal.

Ketua Indonesian Chef Assosiation (ICA) BPD Jawa Timur, Fahriansyah mengatakan, kondisi saat ini dimana pelaku usaha perhotelan telah menerapkan protokol kesehatan, namun belum mampu mendongkrak okupansi.

"Saat ini sebetulnya masyarakat sudah ingin berwisata atau menginap di hotel, tapi sebagian besar masih menahan diri, hingga belum mampu mengangkat okupansi," katanya, Selasa (1/9/2020).

Untuk itu, guna menggerakkan bisnis perhotelan, produk makanan dan minuman masih cukup menjanjikan untuk dikembangkan.

"Yang kita lakukan adalah dengan mendorong produk F&B berbahan lokal, yang selama ini cenderung dilupakan masyarakat," jelasnya.

Upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar kompetisi menu olahan berbahan uni ungu yang dipadu dengan ikan bandeng, ikan pari asap, dan jangkang.

Even yang rencananya akan digelar pada September 2020 tersebut akan dihelat di tiga hotel di Surabaya secara maraton, yakni Hotel Luminor, Hotel Mercure Mirama, dan Surabaya Suites Hotel.

Dikatakan Chef Fahriansyah, dipilihnya menu makanan berbahan lokal tersebut selain untuk mendorong masyarakat dalam negeri untuk mencintai bahan makanan lokal yang notabene memiliki banyak kandungan gizi dan nutrisi, juga agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri untuk produk kuliner.

"Ini juga untuk mengenalkan makanan lokal ke generasi muda dan anak-anak, karena mereka selama ini lebih mengenal makanan asal luar negeri yang serba instan dan junkfood," ulasnya.

Chef Fahriansyah juga menjamin jika makanan berbahan lokal tersebut berpeluang untuk disajikan di hotel-hotel dalam negeri bahkan bisa go international jika bisa disajikan secara modern.

"Dan tentunya harganya juga akan bisa lebih tinggi. Bagi kami, makanan itu harus bisa direpresentasikan terhadap art, science, dan taste yakni dimulai dari mata, hidung, mulut, dan perut," ucapnya.

Butuh dukungan pemerintah

Sementara itu General Manager Surabaya Suites Hotel, Firman S. Permana menegaskan, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, industri perhotelan seakan berjalan sendiri dengan melakukan berbagai kreativitas dan terobosan.

"Salah satunya dengan bersatunya para chef hotel untuk.mengangkat menu-menu food and beverage," jelasnya.

Namun demikian, pihaknya juga berharap adanya dukungan pemerintah agar bisnis perhotelan yang memiliki banyak tenaga kerja tidak kian terpuruk.

"Jadi apa yang dilakukan hotel saat ini serba khawatir, karena social distancing. Di sisi lain, persaingan hotel semakin tidak fair dan sehat, harga saling bunuh dan hancur-hancuran," tegasnya.

Dengan kondisi ini, Firman berharap ada peran pemerintah untuk memberikan dukungan dan kemudahan bagi dunia perhotelan agar tetap bisa eksis. Karena jika hotel mengandalkan okupansi di masa pandemi Covid-19, tidak bisa berbuat banyak.

Firman menegaskan, pada dasarnya dunia perhotelan siap menjalankan protokol kesehatan seperti yang diminta pemerintah.

"Ya pemerintah bukalah akses transportasi, terutama di bandara. Libatkan stakeholder yang bersentuhan menerapkan protokol kesehatan demi kemudahan dunia perhotelan. Artinya, agar masyarakat ini akan merasa nyaman melakukan traveling, kalaupun diterapkan airport tax, demi kemudahan, kenapa tidak? Kita yakin tidak keberatan," tegasnya.

Kedua, sambung firman, ada bentuk konkret kebijakan pemerintah untuk membantu keberlangsungan bisnis perhotelan, mulai stimulus pajak, listrik, gas, dan sebagainya. kbc7

Bagikan artikel ini: