Bisnis kuliner kembali menggeliat, CitraLand Surabaya tambah area favorit bertema baru

Jum'at, 4 September 2020 | 11:14 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Masuknya adaptasi kebiasaan baru (new normal) membawa pengaruh terhadap mulai menggeliatnya sektor bisnis di Surabaya. Ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali perekonomian yang sempat terpuruk di tengah pandemi.Covid-19.

Menggeliatnya perekonomian juga terlihat dari kembali maraknya aktivitas bisnis di kawasan perumahan CitraLand Surabaya. Di pusat kuliner GWalk misalnya, setiap hari aktivitas pembeli hingga pengantaran online kini terlihat ramai.

City Manager CitraLand Surabaya, Nada Putri mengatakan, kembali menggeliatnya aktivitas bisnis di tempatnya bukan saja membawa dampak positif bagi konsumen dan pebisnis yang kembali bisa beraktivitas, namun juga mulai banyaknya permintaan investor untuk membuka usaha di kawasan CitraLand.

"Keberadaan GWalk memang positif guna mengangkat brand image sebagai pusat kuliner terlama dan masih jadi jujugan favorit di Surabaya Barat. Ini yang menarik banyak investor masuk guna mengantisipasi new normal ini," katanya, Kamis (3/9/2020).

Meski demikian, Nada bilang, pihaknya tak serta merta mewadahi investor untuk masuk dan menjalankan bisnisnya. Pasalnya, pihaknya mensyaratkan mereka untuk membawa konsep atau tema untuk bisnis khususnya food and beverage (F&B).

"Jadi tak hanya menjual produk saja, namun juga harus punya konsep unik. Ini karena kita melihat jangka panjang dan demi sama-sama memberi keuntungan," ujar Nada.

Manajemen CitraLand, ungkap Nada, saat ini memang telah menyiapkan lahan baru di kawasan GWalk seluas 360 meter persegi yang akan disulap jadi Food Garden dengan konsep outdoor kuliner.

Diharapkan ada 7 brand kuliner baru yang akan masuk dengan konsep yang berbeda satu sama lain. Sehingga kedepan GWalk semakjn menarik untuk pelanggan yang berburu kuliner dan sekaligus mereka yang berburu new experience.

"Sekarang orang makan tidak hanya mencari menunya namun perlu menikmati suasananya. Mereka perlu experience. Sebab itu, investor yang mau masuk kesini harus membawa konsep dan kami kontestkan sebelum kami pilih," tandasnya.

Dikatakannya, CitraLand Surabaya dikembangkan dengan skala kota mandiri. Karena itu berbagai kegiatan bisnis disini juga terus tumbuh. Potensi marketnya juga cukup besar.

Saat ini di CitraLand Surabaya dihuni lebih dari 10 ribu KK. Selain itu juga ada 8 sekolah internasional, kampus, 10 apotek, kantor bank, diler mobil, puluhan cafe shop dan bar, 90 lebih tenant kuliner dan banyak lagi lainnya.

Kadiv City Properties CitraLand Surabaya, Didik Iswahyudi menambahkan, pihaknya juga terus menambah jaringan internet di kawasan CitraLand Surabaya termasuk di GWalk.

Saat ini ada beberapa investor jaringan internet yang sedang melakukan pembicaraan. Diharapkan pada tahun ini sudah clear sehingga penambahan jaringan baru bisa segera beroperasi.

"Peningkatan jaringan internet ini sangat urgent. Sebab sekarang era nya digital marketing. Sehingga nanti seluruh area GWalk dan beberapa spot lainnya di CitraLand akan free wifi. Hal inj juga untuk memudahkan tenant dan pelanggan di GWalk dan CitraLand Surabaya," tambahnya.

Ahmad Helmy selaku koordinator publikasi CitraLand Surabaya mengatakan, saat ini semua kegiatan bisnis di GWalk dan Fresh Market menggunakan standard protokol kesehatan secara ketat. Bahkan tim security CitraLand Surabaya melakukan patroli secara rutin untuk mengingatkan tenant dan pelanggan yang kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan, termasuk disediakannya 12 wastafel di sejumlah titik.

Banyak yang sudah dilakukan baik himbauan maupun pemasangan sarana dan prasarana, untuk mengajak masyarakat mengerti dan peduli sehingga ekonomi berjalan dengan tetap menjaga kesehatan.

Di GWaIk, CitraLand Fresh Market dan keseluruhan CitraLand diakuinya juga telah menerapkan standar "New Normal", seperti penyemprotan desinfectan secara rutin dan berkala, hingga imbauan kepada pedagang dan pengunjung untuk tetap menggunakan masker, jaga jarak dan sebagainya.

"Kami khususnya Fresh Market sering dijadikan rujukan dan pilot project untuk pasar-pasar lain di Surabaya dan Jatim selama pandemi Covid-19," kata Helmy. kbc7

Bagikan artikel ini: