Pemerintah diminta tidak serahkan harga vaksin Covid-19 ke pasar

Minggu, 6 September 2020 | 19:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Komisi Pengkajian dan Pengembangan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengingatkan mekanisme penjualan vaksin Covid-19 ke pasar sangat berbahaya. Pasalnya, hal itu akan berisiko menimbulkan terjadinya price gouging atau kenaikan harga barang.

Ketua BPKN Rizal E Halim mengatakan, pelepasan vaksin ke pasar dengan metode mekanisme pasar akan menyebabkan price gouging. Sebab itu, dia meminta agar pemerintah melakukan penetapan harga untuk menghindari kenaikan harga vaksin secara gila-gilaan.

"Apabila pemerintah terpaksa harus melepas vaksin ke pasar untuk dibeli masyarakat dengan mekanisme pasar, bisa berbahaya karena akan menciptakan price gouging yaitu kenaikan harga yang gila-gilaan sebagaimana kejadian pada masker dan hand sanitizer di awal-awal pandemi," ujar Rizal melalui siaran persnya, Minggu (6/9/2020).

Meski begitu, dia menyatakan, pemerintah memberikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat secara gratis patut diapresiasi. Hal itu membuktikan kehadiran negara dalam kondisi saat ini.

"Pemerintah yang nantinya memberikan vaksin Covid-19 secara kepada warga yang tidak mampu perlu diapresiasi karena telah sesuai dengan amanat UU dan sebagai bukti kehadiran negara," katanya.

Pemerintah tengah menyiapkan dua jenis vaksin Covid-19. Pertama, vaksin Covid-19 gratis untuk masyarakat miskin berdasarkan data BPJS Kesehatan. Lalu vaksin Covid-19 untuk orang mampu akan dipungut bayaran, agar mengurangi beban APBN.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan, vaksin Covid-19 berbayar ini tergantung penjual yang menetapkan. Hal ini seiring vaksin Covid-19 berbayar ini diproduksi dengan Sinovac asal China.

"Mengenai harga dinamikanya tinggi tergantung masing-masing penjual. Yang menetapkan harga bukan saya yang netapin penjualnya," kata Erick

Dia mencontohkan, kenapa harga vaksin Covid-19 di rentang 5 dolar Amerika Serikat (AS) atau 10 dollar AS, namun begitu tergantung dari pabrik vaksin yang dibuat. Saat ini Indonesia bekerja sama dengan China yaitu Sinovac untuk pembuatan vaksin Covid-19. Meskipun harganya berbeda tetap memiliki kualitas sama.

"Walaupun harganya berbeda, kalau ditanya kualitas bagus sudah uji klinis ketiga dan kualitasnya sama," ujarnya.

Dia menambahkan vaksin merah putih diharapkan segera dibuat. Ini agar vaksin asal Indonesia bisa ditentukan pemerintah dijual ke beberapa negara. kbc10

Bagikan artikel ini: