PGN sebut serapan gas industri terus bertumbuh

Rabu, 9 September 2020 | 20:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas PT Pertamina (Persero) mengklaim pemberlakuan harga gas US$ 6 per MMBTU ke tujuh sektor industri mulai menunjukkan dampak positif bagi penyerapan gas di sejumlah industri domestik, terutama industri keramik.

Direktur Komersial PGN Faris Aziz mengungkapkan, per Agustus 2020, PGN telah mengimplementasikan Kepmen ESDM 89.K/2020 kepada 173 dari 189 pelanggan di wilayah Medan, Dumai, Batam, Jawa Bagian Barat (JBB), dan Jawa Bagian Timur (JBT). Adapun, realisasi alokasi gas yang disalurkan pada industri tersebut kurang lebih sebesar 270 BBTUD dari 380 BBTUD.

"Sektor industri yang menunjukkan pertumbuhan realisasi semester satu 2020, dibandingkan dengan realisasi periode yang sama pada 2019 adalah sektor industri kaca, oleokimia, dan sarung tangan karet. Bahkan di Agustus 2020 industri keramik dan kaca memperlihatkan pertumbuhan penyerapan volume gas yang cukup signifikan," kata Faris dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/9/2020).

Dia mengatakan, dari volume proporsional yang telah disalurkan, meliputi industri baja sebanyak 9,2 persen, kaca sebanyak 15,4 persen, keramik sebanyak 25,4 persen, oleokimia sebanyak 9,8 persen, petrokimia sebanyak 20,8 persen, pupuk sebanyak 18,9 persen, dan sarung tangan karet sebanyak 0,5 persen.

Dari capaian tersebut Fariz mengungkapkan, implementasi harga gas US$ 6 per MMBTU telah menunjukkan dampak positif pada sektor industri penerima manfaat. Namun kepada sisa pelanggan yang belum mendapatkan implementasi aturan tersebut, Fariz menyampaikan pihaknya akan menyelesaikan LOA dengan produsen hulu yang masih berjalan, PGN akan segera melaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami bersama stakeholder terkait, baik regulator dan produsen hulu atau KKKS berkomitmen penuh terhadap kebijakan penetapan harga gas industri tertentu sebesar US$ 6 per MMBTU untuk memberikan stimulus dalam produktivitas dan upaya pemulihan ekonomi setelah sempat menurun akibat pandemi Covid-19," tegasnya.

Faris berharap melalui Kepmen ESDM 89 K/ 2020 dan mulai pulihnya kondisi setelah masa transisi pembatasan karena pandemi Covid-19, industri sektor tertentu juga dapat meningkatkan konsumsi gas sehingga pemanfaatan gas bumi ini juga akan semakin optimum. Sebagai subholding gas dan bagian dari Holding Migas, menurutnya, PGN senantiasa mendukung program-program pemerintah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi nasional.

Dengan komitmen melaksanakan Kepmen ESDM 89 K/2020, PGN akan melakukan aspek-aspek ketersediaan gas bumi, pemerataan akses pemanfaatan gas bumi, dan keberterimaan harga yang kompetitif agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.kbc11

Bagikan artikel ini: