Bangun pabrik KA terbesar ASEAN, INKA gandeng 7 SMK kembangkan ekosistem pendukung industri di Banyuwangi

Kamis, 10 September 2020 | 09:09 WIB ET

BANYUWANGI - Seiring dengan dibangunnya pabrik kereta api di Banyuwangi yang bakal terbesar di Asia Tenggara, PT. Industri Kereta Api (INKA) mengembangkan ekosistem pendukung industri. INKA menggandeng tujuh SMK di Banyuwangi untuk dibina sebagai bagian dari pengembangan ekosistem itu sendiri.

Hal itu diungkapkan Direktur Pengembangan PT. INKA Agung Sedayu saat menyerahkan bantuan corporate social responsibility (CSR) kepada tujuh sekolah kejuruan di Banyuwangi. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Direktur Pengembangan PT. INKA Agung Sedayu disaksikan Bupati Abdullah Azwar Anas di Aula SMKN 1 Glagah, Banyuwangi, Rabu (9/9/2020).

Agung mengatakan, PT. INKA fokus pada pengembangan ekosistem pendukung bagi industri yang akan segera dimulai di Banyuwangi. Sebagai informasi, saat ini PT. INKA tengah menyelesaikan pembangunan pabrik kereta api di Banyuwangi. Pabrik yang berorientasi ekspor dan bakal menjadi terbesar di Asia ini menggandeng perusahaan asal Swiss, Staedler Rail.

"Kami ingin agar tumbuh ekosistem industri di Banyuwangi. Salah satu caranya dengan membina sekolah-sekolah kejuruan di sekitar sini. Kami ingin agar SMK bisa masuk ke dalam ekosistem industri PT. INKA," ujar Agung.

Untuk bisa masuk ke dalam ekosistem, lanjut Agung, PT. INKA melakukan pembinaan pada sekolah secara komprehensif. Mulai melakukan standarisasi SDM, memberikan pengatahuan manajemen manufaktur dan menjaga kualitasnya.

"Karena bekerja sama dengan perusahaan teknologi global yang memiliki standar tinggi, maka ekosistem yang dibentuk juga harus menyesuaikan. Karenanya, kami ingin meningkatkan kualitas SDM untuk bisa masuk ekosistem kami," ujar Agung.

Selain itu, Agung juga berharap sekolah binaan bisa mendukung kebutuhan pabrik ke depan. "Proyeksi kami, selain untuk memenuhi tenaga kerja di perusahaan, SDM dari SMK bisa memproduksi komponen pendukung untuk kebutuhan industri kereta," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menyambut baik bantuan CSR dari PT. INKA. Anas menyampaikan apresiasinya atas perhatian PT. INKA kepada dunia pendidikan vokasi di Banyuwangi. "Dukungan PT. INKA terhadap pendidikan vokasi tentuya akan mendukung peningkatan kualitas pendidikan khususnya praktek kerja bagi siswa," ujar Anas.

Anas pun mendukung PT INKA yang ingin ingin membentuk ekosistem industri pendukung. Khususnya yang memberikan kesempatan bagi pelajar sekolah vokasi di Banyuwangi untuk berperan di industri PT. INKA.

"Ini adalah sebuah kesempatan yang sangat baik, karena para siswa bisa mendapatkan transfer knowledge dan teknologi. Harapan kami dengan adanya kesempatan ini membuat siswa daerah semakin semangat untuk meningkatkan kompetensinya," ujar Anas.

Ketujuh sekolah yang mendapat CSR dari PT. INKA adalah sekolah kejuruan binaan PT. INKA. Bantuan terdiri atas 35 unit mesin untuk peralatan praktek seperti mobil GEA Komplit, car body, engine, velg, scrap, engine GA dan komputer.

Ke tujuh sekolah kejuruan tersebut SMKN 1 Glagah, SMKN Ihya Ulumudin Kec. Singojuruh, SMKN 2 Tegalsari, SMKN 2 Jember, SMKN Kalipuro, SMK Tegalsari, SMK Muhammadiyah Rogojampi, dan SMKN Nurul Taqwa, Songgon. kbc9

Bagikan artikel ini: