REI Jatim kolaborasi dengan Bank Mandiri permudah pembeli rumah

Jum'at, 11 September 2020 | 10:57 WIB ET
Ketua DPD REI Jatim, Soesilo Efendy (kanan) bersama Regional CEO Bank Mandiri Jatim I Gede Raka Arimbawa (kiri) saat penandatangan MoA disaksikan langsung oleh Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida (tengah).
Ketua DPD REI Jatim, Soesilo Efendy (kanan) bersama Regional CEO Bank Mandiri Jatim I Gede Raka Arimbawa (kiri) saat penandatangan MoA disaksikan langsung oleh Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida (tengah).

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sektor properti menjadi salah satu yang terkena imbas pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia. Namun demikian, kalangan pelaku usaha properti meyakini pasar akan berangsur membaik, seiring adaptasi kebiasaan baru.

Guna menangkap peluang pasar tersebut, berbagai langkah strategis dilakukan baik oleh pengembang properti maupun perbankan. Seperti yang dilakukan Persatuan Real Estat Indonesia (REI) DPD Jawa Timur yang melakukan kerja sama dengan Bank Mandiri dalam rangka memberikan kemudahan baik untuk pengembangan bisnis maupun pembiayaan rumah kepada masyarakat.

Kerja sama itu diwujudkan dengan dilakukannya penandatanganan memorandum of agreement (MoA) antara DPD REI Jatim dengan PT Bank Mandiri Regional 3 Jawa Timur di Menara Mandiri, Tunjungan Plaza, Surabaya, Kamis (10/9/2020).

Penandatanganan MoA dilakukan oleh Ketua DPD REI Jatim, Soesilo Efendy bersama Regional CEO Bank Mandiri Jatim I Gede Raka Arimbawa yang disaksikan langsung oleh Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida.

Ketua DPD REI Jatim, Soesilo Efendy mengatakan, kolaborasi yang dilakukan antara REI Jatim dengan Bank Mandiri merupakan yang pertama dilakukan di lingkungan DPD-DPD REI di seluruh Indonesia.

”Ini suatu kebanggaan bagi DPD REI Jatim dan mungkin akan diikuti teman-teman di DPD-DPD lainnya. Harapan saya, dalam situasi kondisi ekonomi seperti ini kita tetap positif thinking ke depan akan lebih baik. Kerjasama dengan Bank Mandiri diharapkan akan memberikan hal positif bagi para pengembang maupun masyarakat selaku end user,” ujar Soesilo usai penandatanganan MoA.

Dijelaskannya, kerja sama yang dilakukan tersebut terkait beberapa poin penting, seperti kredit konstruksi, hingga dukungan dan kemudahan terhadap kredit pembiayaan rumah (KPR) oleh Bank Mandiri kepada pengembang dan masyarakat.

"Bank Mandiri akan memberikan suku bunga menarik baik untuk kredit konstruksi maupun KPR, termasuk kemudahan-kemudahan untuk pengajuan KPR, baik terhadap rumah subsidi maupun non subsidi. Ini tentu hal positif di saat pasar properti mulai bergairah," beber Soesilo.

Dia mengungkapkan, memasuki semester dua tahun ini, minat masyarakat untuk melakukan pembelian rumah kembali bertumbuh, khususnya pasca pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Terutama rumah di segmen menengah dengan harga Rp 300 juta hingga Rp 500 juta per unit.

"Banyak hal positif ke depannya, misalnya kita akan lebih mempermudah dan mempercepat proses KPR, dan sebagainya. Jadi kerja sama ini tentu akan menjadi pemacu semangat bagi kami para pengembang," ujar Soesilo.

Bunga KPR mulai 5,9%

Regional CEO Bank Mandiri Jatim, I Gede Raka Arimbawa menjelaskan, kerja sama yang dilakukan dengan DPD REI Jatim adalah saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Selain menerima aplikasi pengajuan KPR dari developer, pihaknya juga ke depan akan membawa nasabah Bank Mandiri ke developer untuk fasilitas pemilikan rumah sesuai dengan kemampuan dan produk yang ada.

"Bahkan hingga pengelolaan estate management di proyek perumahan, karena kita punya metode pembayaran maupun metode penagihan, yang bisa diintegrasikan dengan area komersial. Jadi lebih kepada fasilitasi developer dengan penghuni atau pelaku bisnis," jelas Gede.

Terkait suku bunga KPR yang ditawarkan, dia menyebut, saat ini Bank Mandiri menawarkan mulai 5,9% fixed 1 tahun. "Ini adalah suku bunga yang paling murah," tukasnya.

Gede menambahkan, realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah Bank Mandiri di Jatim baru tercapai Rp 561 miliar dari target Rp 1,6 triliun tahun ini. ”Ini karena sejak Maret sampai Juli landai banget. Dengan target Rp 1,6 triliun, kita berusaha untuk mengejar di semester dua ini. Makanya kita gandeng semua pihak, salah satunya dengan REI,” jelasnya. 

Dipaparkan Gede, pengajuan KPR di Bank Mandiri mulai meningkat sejak Agustus 2020 lalu, terutama untuk harga rumah di bawah Rp 1 miliar. Sementara untuk pengajuan kredit rumah subsidi, pihaknya masih terus mengajukan tambahan kuota penyaluran.

"Tahun ini jatah ke kami sebesar 275 unit untuk FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Makanya kita akan kejar tambahan menjadi 400 unit," ujarnya. kbc7

Bagikan artikel ini: