Sempat jeblok, bursa saham akhiri pekan di level 5.000

Jum'at, 11 September 2020 | 19:46 WIB ET

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini, kembali menyentuh level psikologis 5.000.

Dibuka di level 4.804,644, IHSG langsung merosot ke zona merah bahkan sempat menyentuh level terendah di 4.754,799. Namun menjelang penutupan sesi I perdagangan, IHSG perlahan berbalik arah bahkan menyentuh zona hijau.

Aksi borong terhadap saham-saham unggulan, terutama di sektor perbankan yang selama beberapa hari terakhir mengalami tekanan jual oleh investor asing, membuat IHSG akhirnya ditutup menguat 125,251 poin atau 2,56% ke level 5.016,712.

Pada perdagangan Kamis kemarin (10/9/2020), IHSG sempat drop hingga 5,01% bahkan perdagangan saham kemudian dihentikan otoritas BEI, akibat aksi jual besar-besaran yang dilakukan investor merespons kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang menyebutkan akan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total.

Namun pada perdagangan hari ini, investor terutama domestik mulai kembali melakukan aksi beli, sehingga IHSG berbalik arah ke zona hijau.

Data RTI mencatat, volume saham yang diperdagangangkan mencapai 14,237 miliar, dengan nilai transaksi sebesar Rp 14,002 triliun. Investor asing masih meneruskan aksi jual saham dengan total jual bersih pada perdagagan hari ini mencapai Rp 2,12 triiun.

Sebanyak 299 saham mengalami kenaikan harga, 158 saham turun harga, dan 119 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga alias stagnan.

Pergerakan IHSG hari ini juga dipengaruhi sentimen positif dari bursa Asia yang sebagian besar ditutup menguat. Indeks Nikkei 225 di Bursa Tokyo, Jepang, ditutup naik 171,019 poin (0,74%) ke level 23.406,490. Hang Seng Index di Bursa Hong Kong juga menguat 189,772 poin (0,78%) ke level 24.503,310. Namun Straits Times Index di Bursa Singapura ditutup melemah 0,08% ke level 3.260,350.

Bagikan artikel ini: