Mampir yuk, angkringan murah meriah di Grand Inna Tunjungan Surabaya

Minggu, 13 September 2020 | 23:49 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Masyarakat Surabaya dan sekitarnya kini memiliki pilihan tempat kuliner ala angkringan khas Yogyakarta. Adalah hotel Grand Inna Tunjungan yang memanfaatkan lahan halaman parkirnya untuk tempat angkringan di setiap Jumat dan Sabtu malam.

Selain lokasinya yang berada di tengah kota Surabaya, tempatnya yang nyaman dan harga menu-menu yang terjangkau menjadi daya tarik tersendiri bagi destinasi kuliner yang dinamai 'Angkringan Cofte' ini.

General Manager Grand Inna Tunjungan Surabaya, Fajar Subeni mengatakan, awal ide membuka angkringan muncul pada awal Agustus 2020 ini, didasari oleh keinginan untuk memberikan pilihan tempat kongkow dan kuliner bagi komunitas sepeda yang saat itu tengah booming.

"Namun ternyata lama kelamaan banyak komunitas lain yang datang karena tertarik juga, terus ada yang mengajak pasangan, keluarga, tetangga, sampai untuk tempat meeting juga di sini, ya maklum karena harga makanan di sini terjangkau, dan suasananya nyaman sehingga banyak peminatnya," katanya, Sabtu (12/9/2020).

Angkringan ini menawarkan berbagai menu khas angkringan seperti nasi kucing, aneka sate, bakso, soup buntut, pizza, rawon sekaligus aneka wedang hingga aneka kopi dengan harga mulai dari Rp 4 ribu.

Suasana makan malam pun terasa menyenangkan dilakukan bersama orang terkasih atau keluarga karena meja yang disediakan lengkap dengan hiasan lilin yang memberikan kesan romantis. Bahkan pengunjung juga dimanjakan dengan penampilan live musik.

Dengan kapasitas sekitar 100 orang, setidaknya ada 300 sampai 400 pengunjung datang bergantian di setiap malam saat beroperasi. Hal ini kemudian dianggap Subeni sebagai upaya pihaknya untuk menghidupkan perekonomian di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"Dengan ini kami dapat membantu memberikan pekerjaan kepada para pegawai hotel, karena hotel saat ini juga masih sepi karena dampak pandemi. Sehingga pegawai tidak sampai dirumahkan," ungkap pria asal Yogyakarta tersebut.

Diakuinya, sejak adanya pandemi Covid-19, tamu yang menginap di hotel masih minim. Oleh karenany, pihaknya harus berinovasi, salah satunya dengan menggenjot produk food and beverage.

"Jika pada kondisi normal kontribusi dari kamar lebih besar, kini di masa pandemi ini berbalik, atau sekitar 60 persen pendapatan dari food and beverage," ungkap Beni yang menyebut saat PSBB di Surabaya lalu layanan pesanan makanan di tempatnya meningkat khususnya dari kalangan.perkantoran. kbc7

Bagikan artikel ini: