Kadin prediksi ekonomi RI baru tumbuh pada medio 2021

Senin, 14 September 2020 | 19:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kamar dagang Indonesia (Kadin) Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan pulih pada pertengahan tahun 2021. Pemerintah Daerah DKI Jakarta yang kembali menerapkan PSBB pada berlangsung pada 14 September 2020 untuk menekan penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta menjadi salah satu pemicunya.

"Prediksi (pertumbuhan ekonomi pulih) Kadin waktu PSBB pertama ada di bulan Desember, tapi yang Saya dengar sekarang sudah berubah prediksinya kemungkinan bisa sampai pertengahan tahun 2021," kata Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Ekonomi Kreatif Erik Hidayat, dalam konferensi pers operasi Yustisi dorong pemulihan kesehatan dan percepatan kebangkitan ekonomi, Senin (14/9/2020).

Menurutnya, selama vaksin itu belum ditemukan dan belum disebarkan secara masif kepada masyarakat tentunya semuanya masih khawatir, jika masyarakat masih khawatir tentunya berinteraksi satu sama lain juga masih berkurang.

"Tapi belum tentu juga apakah vaksin itu akan cocok atau tidak di semua orang jadi ini perlu diuji coba juga kita berharap ini tidak terlalu lama, insya Allah kalau misalnya vaksin ditemukan dan bisa disebarkan tidak hanya di perkotaan sampai ke desa juga semacam imunisasi tentunya ini membuat ekonomi insya Allah bisa bangkit lagi terutama dari ekonomi rakyat," katanya.

Menurut Erik, memang dunia usaha harus bisa memprediksi kedepannya harus bagaimana lantaran saat ini masih diselimuti oleh ketidakpastian, apalagi PSBB di DKI Jakarta belum pasti akan terus diperpanjang atau tidak.

"Hitungan (PSBB) kita 2 minggu, 4 minggu, sebulan, dua bulan dan segala macam kalau ditarik ulur seperti ini mestinya ada statement dari pemerintah Apa yang harus dilakukan oleh pengusaha apakah bantuan, apakah relaksasi diperpanjang dan lain-lain," ujarnya.

Pasalnya jika keadaan masih belum pasti, maka dunia usaha mau tidak mau harus mengurangi cost, dan dunia usaha harus beradaptasi dengan teknologi.

Demikian jika PSBB setelah 2 minggu dilonggarkan kembali, masih ada kemungkinan upaya tersebut tidak cukup untuk menekan angka penyebaran covid-19, dimana akan banyak masyarakat yang melakukan kegiatan.

"Kita berharap ada suatu kebijakan atau keputusan dari pemerintah dalam hal ini, agar kita mesti siap kondisi yang lain kita masyarakat harus dikasih stimulus atau bantuan-bantuan relaksasi," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: