Bank Mandiri hadirkan aplikasi dukung pelaku bisnis digital

Selasa, 15 September 2020 | 09:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Mandiri menghadirkan fitur Application Programming Interface (API) untuk memudahkan konektivitas bank BUMN ini dengan pelaku bisnis digital, yakni perusahaan teknologi keuangan (fintech) atau perusahaan perdagangan elektronik (e-commerce) untuk menggenjot sektor riil.

"Dengan kolaborasi ini membuat potensi bisnis kami juga bertambah, juga memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada nasabah mitra," kata Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Menurut dia, total ada 16 aplikasi API yang diluncurkan di antaranya pembayaran, isi ulang uang elektronik (e-money) hingga pembiayaan kepada pelaku UMKM melalui e-commerce.

Ke depan, bank BUMN ini tidak menutup kemungkinan menambah API lain dengan menerima masukan dari pelaku fintech dan e-commerce.

Melalui API itu, pelaku bisnis digital yang menjadi mitra memiliki kesempatan melebarkan bisnis dengan memanfaatkan layanan Bank Mandiri misalnya layanan isi ulang e-money yang saat ini menggandeng 15 mitra.

"Mitra juga begitu bisa mendapatkan bisnis baru atas kerja sama dengan Mandiri dan itu memberikan kesempatan mendapatkan fee based income untuk kedua belah pihak," katanya.

Tak hanya itu, API juga mendorong kenyamanan nasabah dalam melakukan transaksi dan kemudahan menikmati produk dan layanan langsung di aplikasi nasabah.

Hingga saat ini, sudah ada 100 calon mitra yang terdaftar di portal API Bank Mandiri dengan target mencapai 150 mitra dengan potensi mencapai 2.000 perusahaan rintisan dan fintech.

Sementara itu, terkait keamanan API, Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri Rico Usthavia mengatakan aplikasi tersebut dikembangkan sesuai standar keamanan sesuai regulator sekaligus dilengkapi sistem antifraud untuk mendeteksi transaksi tidak wajar.

"API ini dikembangkan tim Bank Mandiri sesuai standar dengan keamanan. Kami juga duduk di open banking API working grup BI harapannya bisa menyelaraskan standar ini sesuai regulator," katanya.

Sementara itu, SEVP Teknologi Informasi Bank Mandiri Toto Prasetio mengungkapkan total dana yang dikembangkan bank BUMN ini untuk API mencapai kurang dari US$ 1 juta.

Angka tersebut, kata dia, tidak begitu besar karena dikembangkan tim internal dan sudah memanfaatkan platform yang ada. "Tambahan lain di pengadaan spesifik berkaitan dengan keamanan misalnya terkait server," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: