Survei BPS: Seluruh sektor usaha tertekan pandemi Covid-19

Selasa, 15 September 2020 | 18:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat mayoritas pelaku usaha menyatakan mengalami penurunan pendapatan sejak pandemi Covid-19.

Hal itu berdasarkan laporan Survei Dampak Covid-19 terhadap Pelaku Usaha yang dilakukan BPS selama 10-26 Juli 2020. Survei itu mencatat, mayoritas pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) dan usaha menengah dan besar (UMB) sama-sama melaporkan penurunan pendapatan.

Sebaliknya, hanya sekitar 13 persen pada UMK dan 15 persen pada UMB yang menyatakan pendapatan tetap. Kemudian, hanya 2 persen dari UMK dan 3 persen dari UMB yang menyatakan adanya kenaikan pendapatan.

Jika dilihat dari sektor usaha, ada 2 sektor yang mengalami penurunan sangat dalam yakni akomodasi dan makan minum, serta transportasi dan pergudangan. Lalu diikuti oleh industry konstruksi, pengolahan, dan perdagangan.

"Sektor yg mengalami penurunan terdalam (akomodasi dan makan minum, serta transportasi dan pergudangan) mengikuti lapangan usaha dalam pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020. Ini sjealan dengan triwulan II," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers daring, Selasa (15/9/2020).

Dari segi operasional, mayoritas pelaku UMK dan UMK masih beroperasi secara normal dengan proporsi masing-masing 49,4 persen dan 59,8 persen. Lalu, sekitar 5 persen pelaku UMK dan 10,1 persen UMB dilaporkan telah berhenti beroperasi akibat pandemi ini. kbc10

Bagikan artikel ini: