BPH Migas sebut ketahanan energi nasional tergolong rentan

Selasa, 15 September 2020 | 20:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tergolong rentan. Pasalnya kapasitas dari storage yang ada hanya bisa menampung 11 hari.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) Henry Ahmad menegaskan sudah sepatutnya badan usaha yang mendapatkan izin berniaga BBM memiliki kewajiban untuk memiliki cadangan operasional BBM. Jadi beban tersebut tidak hanya diberikan kepada Pertamina. Saat ini rata-rata cadangan operasional Pertamina adalah 21 hari. Harusnya bisa diikuti juga oleh badan usaha lainnya yang kini tercatat berjumlah 150 Badan Usaha.

"Mestinya mereka diwajibkan juga. Jadi intinya kalau mau dagang BBM dia harus punya duit. Kalau cuma jadi trader ya enggak usah. Jadi jangan bebannya kepada Pertamina saja, badan usaha selain Pertamina juga diwajibkan," kata Henry dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Saat ini usulan tersebut sedang dibahas dan diharapkan bisa segera menjadi bentuk peraturan yang dikeluarkan menteri berupa Peraturan Menteri (Permen) ESDM. Menurut Henry, dalam diskusi bersama Pertamina juga sempat mengusulkan agar kewajiban cadangan operasional tidak sampai seperti sekarang melainkan hanya 11 hari.

Henry menilai, usulan tersebut cukup bisa dipahami lantaran besarnya investasi yang mengendap jika harus mencadangkan BBM selama 21 hari. "Dari diskusi-diskusi mereka gambarannya sanggup 11 hari. Bayangkan saja kalau 21 hari, itu satu hari dia hampir Rp 1 triliun, 21 hari berarti Rp 21 triliun, itu hanya mengendap saja," jelas Henry.

Meskipun dari sisi waktu berkurang, dia berharap dengan begitu maka badan usaha lainnya juga bisa mengikuti Pertamina untuk menyediakan cadangan operasionalnya cukup untuk 11 hari.

"Kami maunya jangan hanya Pertamina doang dong, semua badan usaha yang terlibat dalam niaga BBM harus terlibat cadangan nasional," tegas Henry.

Menurut Henry, kewajiban untuk menyediakan cadangan operasional tidak hanya berhubungan dengan cadangan nasional tapi minimal untuk memastikan kredibilitas badan usaha yang melakukan niaga BBM di Indonesia. "Kalau dagang kan harus punya cadangan 5-6 hari supaya dagangannya nggak terlambat untuk pasok kepada konsumen. Itu cadangan operasi," tegas Henry.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa berpendapat sejak 17 tahun lalu, Indonesia belum dapat mewujudkan memiliki cadangan energi nasional seperti yang dilakukan oleh negara-negara lain. "Cadangan BBM nasional belum bisa kami wujudkan, ada aturan mesti ada ketetapan Menteri ESDM, mau 30 hari atau standar Eropa 3 bulan atau 90 hari," katanya.

Ifan begitu biasa disapa mengatakan, pada masa Menteri ESDM Ignasius Jonan, draf aturan tersebut sudah pernah dibahas bersama dengan 150 badan usaha niaga migas dengan cadangan nasional maksimal selama 30 hari.Namun, dia mengungkapkan hingga saat ini beleid tersebut tak kunjung terbit karena adanya sejumlah pertimbangan dari Menteri ESDM.

"Menteri masih menahan, menteri sebelumnya menilai ini akan jadi beban badan usaha.Kalau melihat kepentingan ketahanan BBM, ketahanan energi negara kita bisa kena bencana, ini menjadi keharusan," jelas Ifan.

Untuk memiliki cadangan energi nasional, Ifan mengatakan harus ada konsekuensi yang harus ditanggung pemerintah nantinya.Untuk cadangan energi selama 1 hari, dibutuhkan anggaran senilai Rp 1 triliun. Dengan demikian, Ifan berpendapat perlu opsi semacam investasi dari badan usaha niaga.

"Dengan dana iuran BPH Migas Rp 1,3 triliun, dana BPH Migas bisa dibuat depot-depot yang wajibkan badan usaha isi di sana. Ini uang ini balik lagi ke negara," terangnya.

Anggota Komisi VII Willy Yosep mengatakan dengan realitas Indonesia yang tidak memiliki cadangan energi nasional, ini menjadi masalah serius yang perlu dituntaskan. "Cadangan nasional sangat menakutkan kalau tidak sampai 60 hari atau 20 hari tidak sampai. Salah satu tugas Komisi VII yang artinya jangan sampai jadi bom waktu yang langsung kena kita," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: