Pebisnis travel pesimis Arab Saudi akan segera buka umrah dalam waktu dekat

Rabu, 16 September 2020 | 20:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha perjalanan haji dan umrah masih pesimistis pelaksanaan umrah akan kembali digelar pemerintah Arab Saudi dalam waktu dekat.

Meski pun informasi dibukanya kembali akses internasional ke Arab Saudi menjadi angin segar yang memberi harapan untuk pelaksanaan umrah. Namun, pelaksanaan umrah kembali akan membutuhkan tahapan yang panjang.

"Saya pikir masih butuh waktu panjang tidak bisa dalam waktu dekat, walau pun kita sudah senang ada berita akses internasional dibuka," ujar Ketua Harian Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji Umrah, Artha Hanif, Selasa (15/9/2020).

Sebelumnya pemerintah Arab Saudi melakukan penutupan wilayah (lockdown) untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Lockdown dilakukan sejak Februari 2020 lalu.

Langkah tersebut membuat ibadah umrah yang biasanya digelar ikut berhenti. Termasuk juga penyelenggaraan ibadah haji yang hanya dibuka bagi masyarakat yang ada di Arab Saudi.

Oleh karena itu, Artha bilang akan ada tahapan bila umroh akan kembali dibuka. Sedangkan hingga saat ini belum ada hasil evaluasi dari pelaksanaan haji kemarin yang akan menjadi acuan dalam penyelenggaraan umrah.

Penyelenggaraan umrah dinilai lebih kompleks dari penyelenggaraan haji. Pasalnya dalam penyelenggaraan umrah memiliki keleluasaan waktu dibandingkan ibadah haji.

Hal itu yang membuat Artha pesimis penyelenggaraan umrah akan langsung dibuka untuk seluruh negara. Artha mengungkapkan pembukaan umrah pasti akan dilakukan bertahap.

Dia mencontohkan tahapan akan diawali dengan kembali membuka Masjidil Haram untuk solat bagi penduduk Mekah. Setelah itu bertahap ibadah umrah diperbolehkan untuk penduduk Mekah, meluas ke penduduk Arab Saudi, meluas ke penduduk Timur Tengah, baru terakhir terbuka untuk internasional.

"Pelan-pelan dia buka tidak akan dibuka langsung karena khawatir pandemi Covid-19 di Arab Saudi tidak terkontrol," ujar Artha.

Artha juga mengungkapkan, persiapan fasilitas untuk penyelenggaraan ibadah umrah masih belum dilakukan hingga saat ini. Persiapan juga memerlukan waktu mengingat selama lockdown hotel yang biasanya digunakan untuk jemaah umrah tutup.

Selain itu tenaga kerja yang mayoritas berasal dari luar Arab Saudi pun telah kembali ke negaranya. Oleh karena itu dalam menghidupkan kembali aktivitas umroh akan memerlukan waktu.

Biro perjalanan umrah sendiri akan mulai memberangkatkan jemaah jika telah ada keputusan resmi dari pemerintah Arab Saudi. Asal tahu saja, dalam satu musim, sekitar 7 bulan, Indonesia bisa memberangkatkan lebih dari 1 juta jemaah. kbc10

Bagikan artikel ini: