Genjot pertumbuhan ekonomi di kuartal III, pemerintah andalkan program subsidi upah dan banpres

Kamis, 17 September 2020 | 13:10 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah terus berupaya untuk mengendalikan penurunan pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya yang dilakukan diantaranya dengan mendorong dua program bantuan dalam realisasi penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga akhir September 2020. Kedua program itu yaitu Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Untuk Usaha Mikro dan Subsidi Upah.

Di mana, untuk bantuan subsidi upah (BSU) sendiri dalam 1 bulan sejak peresmiannya pada 24 Agustus 2020, Satgas PEN telah menyalurkan Rp 13 triliun.

"Ini program yang baru diluncurkan (27 Agustus 2020) penetrasinya sudah cukup baik kita sudah Salurkan 2 batch sekitar Rp 7 triliun lebih hampir Rp 8 triliun yang sudah kita salurkan untuk 2 batch. Rencananya akan kita berikan ke 15,7 juta karyawan yang terdaftar di BPJS," kata Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers perkembangan Realisasi Anggaran dana PEN, Rabu (16/9/2020).

Dikatakannya, untuk tahap ketiga, keempat, dan kelima penyaluran program BSU ditargetkan penyalurannya bisa disalurkan akhir September ini. Sehingga diharapkan ada tambahan Rp 8,8 triliun lagi yang bisa disalurkan di sampai dengan akhir September 2020.

Selain BSU, dia mengatakan program Bantuan Presiden Produktif (Banpres Produktif) menjadi program unggulan kedua yang didorong oleh pemerintah untuk bisa menyelamatkan pertumbuhan ekonomi di kuartal III tahun 2020.

"Jadi kalau kita ada dua program besarnya kita yang akhir sampai akhir September kita sudah dorong yang pertama adalah banpres produktif sekitar Rp8,6 triliun, kita akan coba salurkan sampai akhir bulan September, kemudian program subsidi gaji yang ini sekitar Rp 8,8 triliun akan kita coba dorong agar bisa disalurkan di akhir September," ungkapnya.

Menurutnya, apabila kedua program unggulan tersebut bisa diselesaikan sampai akhir September ini, maka akan ada sekitar Rp 17,4 triliun tambahan yang bisa disalurkan oleh Satgas PEN. Sehingga hal tersebut bisa mendorong pencapaian Satgas PEN agar penyalurannya bisa menyentuh angka Rp 100 triliun dalam tiga bulan terakhir.

"Kita harapkan dengan demikian pertumbuhan ekonomi kita bisa kita bantu di kuartal ketiga dan sekali lagi ini juga bisa membuat masyarakat menjadi lebih nyaman untuk hidup di masa Covid-19 ini. Kami sebagai satgas pemulihan dan transformasi ekonomi tugas kami adalah mendukung teman-teman di satgas kesehatan karena tanpa pulihnya kembalinya sektor kesehatan akan sulit untuk sektor ekonomi bangkit kembali," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: