Resmi! TikTok dilarang di AS mulai besok

Sabtu, 19 September 2020 | 22:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) resmi menerbitkan peraturan baru untuk menghalangi warga di negara itu mengunduh aplikasi video pendek asal China yang tengah populer, TikTok. Larangan berlaku efektif Minggu (20/9/2020) waktu setempat.

Peraturan yang dirilis Jumat (18/9/2020) lalu itu isinya melarang setiap transaksi dengan ByteDance Ltd oleh siapapun yang menjadi subyek yurisdiksi Amerika Serikat bedasarkan hukum yang berlaku. ByteDance adalah perusahaan internet di China, induk dari TikTok.

Sebelumnya, selama beberapa pekan terakhir, perusahan itu telah terlibat pembicaraan dengan perusahaan teknologi Amerika Serikat seperti Microsoft dan Oracle. Mereka menegosiasikan sebuah perusahaan baru, TikTok Global, yang diharapkan bisa menutup kecemasan pemerintahan Presiden Donald Trump terkait keamanan data dan konten.

Karena kecemasan itu, Trump memerintahkan TikTok melepaskan diri dari Cina dan menjadi perusahaan Amerika sepenuhnya jika ingin tetap beroperasi di negara itu. Trump menetapkan tenggat 15 September untuk adanya kesepakatan untuk perubahan TikTok tersebut.

Hingga tenggat itu dicapai, Microsoft justru terpental dari negosiasi. Sempat menyisakan Oracle dan Walmart untuk akuisisi TikTok Amerika, namun kesepakatan bisnis juga tak kunjung terjadi. Hngga akhirnya Departemen Perdagangan AS mengeluarkan peraturan terbarunya, Jumat lalu.

Peraturan itu mencakup juga larangan kepada warga AS untuk mengunduh aplikasi media sosial Cina lainnya seperti platform percakapan atau kirim pesan WeChat. Larangan berlaku efektif per Minggu besok.

Dalam pernyataannya Jumat lalu, TikTok kembali mengulangi komitmennya untuk transparan dan akuntabel hingga level yang tidak biasa, melampaui daripada yang biasa aplikasi lain bersedia lakukan. Termasuk disebutkannya kesediaan audit independen, verifikasi kode keamanan, dan bersedia diawasi oleh otoritas keamanan data AS.

"Kami akan terus menentang instruksi presiden yang diterapkan tanpa proses yang benar dan mengancam menekan orang-orang dan usaha kecil di Amerika ini," katanya.

Perluasan dari peraturan itu, Departemen Perdagangan AS akan melarang Apple dan Google menawarkan setiap aplikasi media sosial China dalam app store masing-masing untuk penggunanya di Amerika Serikat. Namun keduanya masih boleh melakukannya untuk pengguna lain di luar AS.

Perusahaan yang berbasis di AS juga tak akan dihalangi berbisnis dengan aplikasi dari China, seperti bagaimana Walmart dan Starbucks memungkinkan penggunanya melakukan pemesanan menggunakan WeChat.

"Kami telah mengambil aksi penting untuk memerangi pengumpulan data personal warga Amerika yang sangat berbahaya oleh China sembari memajukan nilai nasional kami, norma demokrasi, dan penegakan hukum dan regulasi AS," kata Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross. kbc10

Bagikan artikel ini: