Agustus, trafik jalan tol meningkat 13 persen

Minggu, 20 September 2020 | 09:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat trafik atau lalu lintas harian rata-rata (LHR) di gerbang-gerbang tol (GT) utama mengalami peningkatan selama periode 1-23 Agustus 2020 sebesar 13% dibanding Juli 2020 dari kondisi normal 281.513 kendaraan.

Sepanjang Agustus 2020, BPJT mencatat LHR sebanyak 319.219 kendaraan. Sementara pada Juli 2020 terekam sejumlah 274.159 kendaraan.

Kepala BPJT Danang Parikesit menuturkan, trafik tol tersebut dihitung dari jumlah kendaraan yang melintasi tujuh GT utama, yakni Bakauheni, Merak, Cikupa Utama, Cikampek Utama, Palimanan, Kalikangkung, dan Kalihurip Utama.

"Selama periode Agustus ini, GT Cikupa Utama mencatat LHR tertinggi yakni 40.847 kendaraan menuju Merak, dan 41.312 kendaraan menuju Jakarta," ungkap Danang, Sabtu (19/9/2020).

GT Bakauheni merupakan gerbang yang mencatat LHR paling minim yakni hanya 4.845 kendaraan menuju Lampung dan 4.982 kendaraan menuju Bakauheni.

Menurut Danang, kenaikan trafik jalan tol pada Bulan Agustus terjadi seiring berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan kembali diizinkannya operasional ruang-ruang publik, baik di Jakarta, maupun kota-kota lainnya.

Sementara, saat pemberlakuan kebijakan belajar, sekolah, dan beribadah dari rumah pada Maret dan disusul Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada April, trafik jalan tol mengalami penurunan signifikan. Pada periode 16-31 Maret, LHR merosot 24 persen menjadi 213.959 kendaraan yang melintasi tujuh GT utama.

Angka itu terus turun sebesar 44 persen menjadi 158.733 kendaraan pada periode April, dan puncaknya terjadi pada Bulan Mei yang anjlok sebesar 55 persen menjadi hanya 128.007 kendaraan.

Danang mencatat penurunan terbesar terjadi di GT Bakauheni, sebesar 90% saat diberlakukannya penyekatan kendaraan pribadi atau Golongan I.

Sementara data trafik jalan tol untuk periode September atau pasca pemberlakuan PSBB ketiga masih dianalisis BPJT.

"Data LHR Periode September, masih kami analisisis, termasuk dampak diberlakukannya PSBB terbaru," tuntas Danang. kbc10

Bagikan artikel ini: