Pemulihan ekonomi mulai terjadi, ini indikatornya

Minggu, 20 September 2020 | 10:07 WIB ET

JAKARTA - Pemerintah optimistis aktivitas ekonomi di Indonesia bakal terus membaik meski pandemi Covid-19 belum usai. Sejumlah indikator pemulihan ekonomi mulai terlihat, di antaranya surplus neraca perdagangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan surplus neraca perdagangan terjadi dalam empat bulan berturut-turut, imbas surplus nonmigas sebesar USD2,66 miliar dan defisit migas sebesar USD0,34 miliar. Secara tahun berjalan, neraca perdagangan mulai Januari sampai Agustus 2020 mencatatkan surplus sebesar USD11,05 miliar.  

Sejumlah indikator lain yang memperlihatkan sinyal positif dari perbaikan aktivitas ekonomi antara lain Purchasing Managers` Index (PMI) Manufaktur, Indeks Keyakinan Konsumen, penjualan ritel, penjualan kendaraan bermotor, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) Investasi, dan inflasi inti.

“Kita perlu melihat optimisme dan tren. PMI Manufaktur kita pada saat melakukan PSBB turun drastis ke 27,5. Namun, saat beberapa kegiatan di masyarakat sudah mulai dilaksanakan, PMI kita sudah mulai naik ke angka 50,8. Itu di atas rata-rata, standar PMI adalah 50," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Sabtu, 19 September 2020.

Berdasarkan data dari https://ourworldindata.org/covid-health-economy, mengenai perbandingan antara kinerja ekonomi dengan jumlah kematian covid-19 per satu juta penduduk berbagai negara, memperlihatkan bahwa Indonesia termasuk negara yang dapat menekan jumlah kematian dengan kinerja ekonomi yang relatif lebih baik.

“Dari data itu, terlihat bahwa penanganan di Indonesia ini jika dibandingkan dengan berbagai negara lain relatif berada dalam posisi yang cukup baik. Misalnya jika dibandingkan dengan Jerman, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Belanda,” jelasnya.

Bagikan artikel ini: