Kurangi konsumsi batubara, PLTU PLN siap gunakan co-firing biomassa

Senin, 21 September 2020 | 20:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan target penggunaan co-firing biomassa sebagai subtitusi batu bara pada pembangkit listrik dapat mencapai maksimal 3% hingga 2025 pada bauran energi nasional.

Co-firing merupakan sebuah teknologi substitusi batubara dengan bahan bakar energi terbarukan sepert olehan pelet sampah, pelet kayu maupun wood chip pada rasio tertentu dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan.

Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Andriah Feby Misna mengatakan pemerintah masih mengupayakan terobosan dalam pemanfaatan biomassa untuk mengurangi penggunaan batu bara.

"Kami mendorong co-firing biomassa pada pembangkit listrik tenaga batu bara dengan harapan bisa memenuhi target tambahan bauran energi sebesar 1-3% pada tahun 2025," kata Feby kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/9/2020).

Dalam skema co-firing ini lanjut Feby pengembangan biomassa yang akan dioptimalkan potensi pemanfaatanya adalah pelet biomassa yang bersumber dari segala jenis sampah organik pada rasio tertentu dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan. Adapun bahan bakar substitusi yang digunakan adalah pellet SRF (Solid Recovered Fuel) atau RDF (Refused Derived Fuel).

Kedua jenis pellet tersebut dihasilkan dari pengolahan limbah domestik maupun limbah komersial yang keduanya bisa digunakan untuk co-firing pada PLTU tipe stoker, Circulating Fluidizing Bed (CFB), maupun pulverized coal (PC) boiler. Selain itu, pellet dapat pula digunakan untuk gasifier.

Menurutnya, hal sudah lazim dilakukan di PLTU batu bara di sejumah negara di Amerika Serikat dan Uni Eropa.Harapannya, bauran energi ini akan meningkatkan kemandirian energi nasional. Selain itu tentunya mengoptimalkan potensi pembangkit listrik tenaga biomassa yang sampai saat ini baru mencapai kurang dari 1,9 GW dari total potensi sekitar 32 GW.

"Sekitar 114 PLTU sudah melakukan co-firing test dengan menggunakan biomass pellet serta RDF hingga 10%, bergantung pada teknologi boiler. Kami berharap pada tahun 2021 kami dapat mulai menerapkan co-firing di PLTU batu bara secara berkelanjutan," kata Feby.

PT Indonesia Power, anak usaha PT PLN (Perseo) jadi salah satu perusahaan yang cukup gencar mendorong penggunaan co-firing Indonesia Power sudah melakukan uji coba co-firing dengan pellet biomass. Baru-baru ini uji coba kedua telah dilakukan di PLTU Jeranjang, PLTU Banten 3 Lontar dan akan dilanjutkan di lima PLTU lainnya secara berturut yaitu, PLTU Suralaya, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Adipala, PLTU Suralaya 8, dan PLTU Labuan.kbc11

Bagikan artikel ini: