Terdampak pandemi, Menteri Teten khawatir petani kopi telantarkan kebun

Rabu, 23 September 2020 | 18:39 WIB ET
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 memukul seluruh sektor usaha maupun bisnis dari kecil hingga besar. Tak terkecuali, bisnis gerai kopi kekinian. Hal itu menyebabkan turunnya serapan kopi petani akibat lesunya penjualan di gerai kopi.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki mengakui, serapan kopi produksi petani lokal yang terus tertekan pandemi Covid-19 menjadi masalah serius. Dampaknya secara jangka panjang, Indonesia dapat kehilangan produk unggulan ekspor lantaran perputaran ekonomi petani yang terganggu.

Teten menjelaskan, pihaknya terus mencari solusi agar produktivitas kopi bisa terus terjaga di tengah penanganan wabah. Selanjutnya, masalah serapan produk yang dihasilkan juga perlu mendapat perhatian dengan memperkuat pasar.

"Khawatir kalau saat ini banyak kopi yang belum terserap bukan saja terganggu segi pembiayaan, saya khawatir petani tidak akan memelihara kebun kopi dengan baik," kata Teten dalam webinar bertajuk Solusi Penyerapan dan Pembiayaan Kopi di Tengah Pandemi, Rabu di Jakarta, (23/9/2020).

Konsumsi domestik saat ini menjadi prioritas untuk ditingkatkan. Teten pun mendorong pihak industri menjadi offtaker hasil panen petani kopi rakyat dan telah mengusulkan untuk segera menghentikan impor kopi. "Kita harus persiapkan diri, situasi cukup berat sampai kuartal I-2021," ujarnya.

Teten menuturkan, pemerintah juga mengupayakan memperbanyak serapan komoditas pangan yang tak laku di pasar melalui anggaran khusus. Panen raya kopi yang mencapai puncaknya pada akhir September 2020 pun diupayakan bisa diserap oleh perusahaan BUMN termasuk pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG).

"Ada beberapa skema coba dirumuskan, yaitu bagaimana libatkan koperasi yang ada di sekitar daerah produsen kopi, lalu terhubung dengan offtaker, bisa BUMN atau swasta dan kami prioritas swasta. Kalau tidak ada yang berani beli kopi alternatifnya resi gudang," pungkasnya.kbc11.

Bagikan artikel ini: