Diterpa Covid-19, penyaluran KUR sempat merosot 75 persen

Kamis, 24 September 2020 | 10:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) merosot tajam selama pandemi Covid-19. Tercatat, penyalur kredit bagi wong cilik itu turun hingga 75% dari normal.

Deputi Bidang Koordinator Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir membandingkan penyaluran KUR sebesar Rp 18,9 triliun pada Maret 2020 sebelum pandemi dengan data Mei 2020 yang merosot menjadi Rp 4,75 triliun saja.

"Penyaluran KUR pada masa covid-19 menurun tajam dari sebesar Rp 18,9 triliun per bulan pada Maret 2020 menjadi hanya Rp 4,75 triliun pada Mei 2020," ujar  Iskandar melalui video conference di Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Tak hanya KUR, Iskandar berpendapat perlambatan laju penyaluran juga terjadi pada kredit perbankan. Pada Juli 2020 misalnya, total kredit perbankan tumbuh 2,27%, sedikit membaik dari level terendah pada Juni lalu yang cuma tumbuh 1,49%.

Meski masih tumbuh positif, pertumbuhan jauh tertinggal jika dibandingkan dengan laju tahun lalu. Ambil contoh, Juli 2019, kala itu pertumbuhan perbankan berada di level 8%."Pertumbuhan tersebut memang relatif masih rendah," bebernya.

Sebab itu, pemerintah getol mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit kepada rakyat di tengah pandemi. Iskandar mengklaim usaha tersebut telah menunjukkan hasil yang baik.

Ia bercermin dari angka realisasi KUR per 18 September 2020 yang telah mencapai Rp 111,2 triliun dari total target Rp 190 triliun sampai akhir tahun ini. Artinya, penyaluran KUR telah terealisasi 58,53 % hingga pekan lalu. "Dengan perkembangan tersebut diperkirakan target penyaluran KUR sebesar Rp 190 triliun pada tahun ini bisa dicapai," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan penyaluran KUR itu diikuti dengan kualitas KUR yang terjaga dengan baik. Hal tersebut tercermin dengan tingkat NPL KUR yang terjaga di level 0,87 % pada posisi September 2020.

"Upaya Pemerintah dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk platform digital diharapkan dapat menumbuhkan kembali aktivitas usaha UMKM dan mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional," tutur Airlangga.kbc11

Bagikan artikel ini: