Insentif untuk tenaga kesehatan bakal disalurkan setiap bulan

Kamis, 24 September 2020 | 11:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah memastikan pencairan insentif untuk tenaga kesehatan dalam tiga bulan ke depan bakal dilakukan setiap bulan.

Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Raden Pardede mengatakan, dengan demikian maka akan terjadi percepatan penyerapan anggaran di akhir tahun.

Untuk diketahui, pemerintah menargetkan hingga akhir tahun, serapan anggaran kesehatan bakal mencapai Rp 84,02 triliun atau 96 persen dari pagu anggaran yang sebesar Rp 87,55 triliun.

"Insentif tenaga kesehatan akan diperlancar, yang sebelumnya tiga bulan, ke depan diusahakan sekali sebulan," jelas Raden ketika memberikan keterangan dalam video conference, Rabu (23/9/2020).

"Jadi cukup lancar, tingkat penyerapan anggaran kesehatan akan meningkat signifikan," tambah dia.

Raden memaparkan, serapan anggaran kesehatan memang masih cukup rendah. Per 16 September, anggaran kesehatan yang sudah terealisasi baru Rp 18,45 triliun atau 21,07 persen dari pagu yang dianggarkan.

Menurut dia, rendahnya serapan anggaran kesehatan disebabkan oleh pembayaran beberapa program yang memang dilakukan sekali dalam tiga bulanan.

Percepatan realisasi anggaran pun bakal mulai dilakukan pada Oktober mendatang. "Perkiraan sekarang ini penyerapan anggaran kesehatan 96 persen. Jadi hampir 84 triliun. Meskipun memang sekarang masih Rp 18,45 triliun akan terjadi percepatan," ujar dia.

Menurut Raden, selain pembayaran insentif realisasi anggaran kesehatan salah satunya bakal dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Pilkada terutama delapan daerah yang paling terdampak atau masuk ke dalam kategori zona merah.

"Bahwa perhatian ke 8 daerah ini dilakukan sekarang ini dan testing, tracing pengadaan dari tempat-tempat perawatan diprioritaskan sehingga mereka juga akan mengalami penurunan," ujar dia. kbc10

Bagikan artikel ini: