Awal tahun depan, pembebasan lahan tol Kertosono-Kediri siap dimulai

Kamis, 24 September 2020 | 11:50 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) bakal mulai mengurus izin pembebasan lahan Jalan Tol Kertosono-Kediri. Pembebasan lahan sendiri ditargetkan dimulai pada 2021.

"Saat ini, pembangunan jalan tol tersebut telah memasuki pengajuan penetapan lokasi (penlok) dari Gubernur Jawa Timur," kata Direktur Utama PT JNK Arie Irianto dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2020).

Arie menjelaskan, perusahaan sudah memperoleh persetujuan atau review Right of Way (ROW) Plan pada Agustus lalu. Setelah penetapan lokasi kelar, JNK akan melanjutkan proyek itu dengan pengajuan persetujuan Rencana Teknik Akhir (RTA) sebelum pembebasan lahan dilakukan.

JNK menargetkan semua tahapan berjalan sesuai dengan target. Sehingga, pembangunan fisik Jalan Tol Kertosono-Kediri selesai pada 2023. "Jika berjalan lancar, pelaksanaan konstruksi dapat dimulai pada pertengahan tahun depan," ujar Arie.

Berdasarkan rencana pembangunannya, Jalan Tol Kertosono-Kediri merupakan perpanjangan Jalan Tol Ngawi-Kertosono. Persetujuan penambahan ruang lingkup itu telah dipastikan dalam adendum Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) tahun lalu.

Jalan Tol Kertosono-Kediri nantinya akan dibangun sepanjang 20,3 kilometer dengan investasi Rp 3,9 triliun. Dengan demikian, total panjang jalan tol yang dikelola PT JNK untuk ruas Ngawi-Kertosono-Kediri adalah sepanjang 108 kilometer.

Adapun jalan tol tersebut bakal dilengkapi dengan satu junction di Kedungsoko dengan Jalan Tol Ngawi-Kertosono dan dua interchange yang terletak di Kabupaten Nganjuk serta Kabupaten Kediri. Jalan Tol Kertosono-Kediri direncanakan mempunyai dua gerbang tol, yaitu GT Sugihwaras dan GT Kediri.

Arie menjelaskan, jalan bebas hambatan ini akan terhubung dengan beberapa lokasi strategis. Salah satunya Bandara Kediri yang saat ini juga sedang dibangun. kbc10

Bagikan artikel ini: