Tekan subsidi Rp1,3 triliun, rumah pelanggan bersubsidi bakal dipasang panel surya

Jum'at, 25 September 2020 | 19:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memasang ratusan ribu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di atap rumah tangga.

Nantinya, program ini ditujukan bagi masyarakat miskin atau pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.

"Program ini sedang digagas. Masih dalam diskusi melalui program Energi Surya Nusantara. Konsepnya mengalihkan subsidi terhadap pelanggan PLN rumah tangga yang bersubsidi, lewat pengadaan PLTS," jelas Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Ditjen Kementerian ESDM Harris di Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Program Energi Surya Nusantara dikatakannya memberikan dampak positif. Seperti, beban subsidi listrik berkurang hingga Rp 800 miliar hingga Rp 1,3 triliun dengan tarif saat ini. Di lain sisi, program tersebut bisa menyerap tenaga kerja. Serta, menurunkan emisi gas rumah kaca 1,05 juta ton per gigawatt peak pada nationally determined contributions (NDC).

"Energi surya kita dorong secara masif dengan target penambahan kapasitas pembangkit sebesar 2.089,4 megawatt (MW). Ini waktu tepat untuk mengakselerasi," imbuh Harris.

Adapun program Energi Surya Nusantara diinisiasi dan direkomendasikan Institiute for Essential Service Reform (IESR), sebuah lembaga think thank yang aktif melakukan advokasi dan kampanye terkait pemenuhan kebutuhan energi masyarakat. Menyoroti strategi program, lanjut Harr pemerintah tetap mengembangkan PLTS skala besar.

Salah satunya, bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB). Ini dilakukan dalam rangka menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik. Pemerintah juga mengembangkan PLTS di area lahan bekas tambang sebesar 2.300 MW. Rinciannya, Bangka Belitung dengan kapasitas 1.250 MW, Kutai Barat 1.000 MW dan Kutai Kartanegara 53 MW.kbc11

Bagikan artikel ini: