Termasuk Indonesia, negara-negara ini dapatkan vaksin Covid-19 Sinovac pertama kali

Jum'at, 25 September 2020 | 21:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pengembang vaksin China Sinovac Biotech Ltd memastikan negara-negara yang menjalankan uji klinis tahap akhir seperti Brasil, Indonesia dan Turki bakal mendapatkan suntikan virus corona (Covid-19) pada saat yang sama dengan China.

Hal itu terkait perjanjian pasokan vaksin dapat memperkuat hubungan diplomatik di Covid-19. Demikian dikutip dari Bangkok Post.

Salah satu dari tiga perusahaan China dengan vaksin pada tahap terakhir pengujian, Sinovac yang berbasis di Beijing akan memprioritaskan negara-negara yang melakukan uji coba Fase III, dan kemudian menawarkan dosis ke daerah yang paling parah terkena virus corona, kata pejabat eksekutif cief Yin Weidong selama acara yang diselenggarakan pemerintah.

Sinovac mengharapkan data sementara pada November dari uji coba Fase III terhadap hampir 10.000 orang di Brasil, kata Yin. Kemudian, mereka akan mencari persetujuan peraturan di China dan Brasil untuk penggunaan umum dari vaksin yang tidak aktif pada akhir tahun.

Tenggat waktu menempatkan Sinovac memimpin dibandingkan perusahaan farmasi barat termasuk AstraZeneca Plc dan Moderna Inc yang sedang dalam perlombaan untuk memberikan vaksin yang layak melawan virus corona baru.

Meskipun politisi seperti Presiden AS Donald Trump telah mengatakan bahwa vaksin pertama dapat disetujui pada November, konsensus di antara para ahli dan pejabat kesehatan adalah dibutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum vaksin didistribusikan secara luas dan cukup efektif untuk menetralkan virus.

Dengan sekitar 10 kandidat vaksin dalam berbagai tahap pengujian manusia, China telah berjanji untuk memberikan dosis setidaknya untuk 62 negara, menandatangani perjanjian resmi dengan sekutu seperti Indonesia dan Pakistan. Sementara itu tampaknya kerja sama vaksin akan sulit terealisasi dengan negara yang memiliki hubungan yang panas, seperti Kanada.

Presiden Xi Jinping pada Mei 2010 berjanji bahwa vaksin yang dikembangkan China akan menjadi "barang publik" global yang dapat dibagikan oleh semua orang. Memasok vaksin ke negara lain dapat membantu memperbaiki citra China di seluruh dunia tentang cara penanganan wabah awal di Wuhan.

Yin Sinovac mengatakan bahwa perusahaan juga berencana untuk memulai uji coba vaksin pada anak-anak, dan dosisnya dapat tetap stabil hingga 28 hari pada 37C (98,6F), meningkatkan kemampuannya untuk didistribusikan di negara berkembang. kbc10

Bagikan artikel ini: