Petrokimia Gresik bareng Pemda Konawe bentuk Kampung Petro Nitrat

Sabtu, 26 September 2020 | 03:40 WIB ET

KONAWE - PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, bersama Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Basara menggelar tanam perdana hortikultura cabai dan tomat di Desa Wowaporesa, Kec. Anggotoa, Kab. Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Tanam perdana ini menjadi simbol dibentuknya "Kampung Petro Nitrat" di wilayah setempat.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa kerjasama ini merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Petrokimia Gresik selaku produsen pupuk untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, khususnya subsektor tanaman hortikultura dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional di tengah pandemi Covid-19.

"Bagi Petrokimia Gresik, Kampung Petro Nitrat di Kabupaten Konawe ini merupakan wujud komitmen perusahaan sebagai Solusi Agroindustri untuk Pertanian Berkelanjutan dalam mendukung upaya pemerintah baik pusat maupun daerah untuk menjaga stabilitas pangan," kata Dwi Satriyo, Kamis, 24/9/2020. 

Untuk itu, Dwi Satryo mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Konawe pada dunia pertanian sekaligus kepercayaannya terhadap Petrokimia Gresik dalam upaya peningkatan hasil pertanian di Kabupaten Konawe

Petrokimia Gresik siap bersinergi dengan stakeholder dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian guna menjaga ketahanan pangan di tengah wabah Covid-19, ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Kabupaten Konawe memiliki potensi besar dan berperan aktif dalam menjaga swasembada pangan nasional. Untuk itu, kegiatan produksi pertanian di masa pandemi ini harus semakin digenjot, mengingat masyarakat sangat membutuhkan pangan yang sehat sebagai kebutuhan dasar meningkatkan imun tubuh dalam upaya memerangi penyebaran Covid-19.

Kerjasama ini direalisasikan dalam demplot tomat dan cabai di Desa Wowaporesa yang merupakan salah satu sentra Hortikultura di Kabupaten Konawe. Dukungan Petrokimia Gresik dalam kerja sama ini melalui skema demonstration plot (demplot) dengan menggunakan produk NPK Petro Nitrat, dimana tanaman tomat dan cabai masing-masing menggunakan Petroganik (2.000 kg/ha), NPK Petro Nitrat (800 kg/ha), serta ZA (200 kg/ha).

"Ini adalah upaya nyata Petrokimia Gresik sebagai Solusi Agroindustri, dengan menghadirkan produk berkualitas untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian," jelas Dwi Satryo

Ia berharap pemupukan rekomendasi Petrokimia Gresik ini dapat diduplikasi oleh petani lainnya di Konawe untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Selain itu, produk-produk Petrokimia Gresik diharapkan dapat menjadi pilihan guna meningkatkan produktivitas pertanian untuk kesejahteraan petani. kbc2

Bagikan artikel ini: