Pemerintah rilis ekosistem logistik nasional, ini manfaatnya

Minggu, 27 September 2020 | 10:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah meluncurkan Ekosistem Logistik Nasional atau National Logistics Ecosystem (NLE) dan PT Logol Jakarta Mitraindo resmi ditunjuk menjadi platform digital untuk pencarian truck dan penerbitan eSP2.

"Satu inovasi digital dalam NLE ini adalah pemesanan truk online dan PT Logol Jakarta Mitraindo resmi ditunjuk sebagai platform digital untuk pencarian truck dan penerbitan eSP2. Logol berdiri sejak 2018 dan hadir untuk menjawab tantangan NLE pemerintah," papar CEO PT logol Jakarta Mitraindo, Michael K. Kartono dalam keterangan resminya, Sabtu (26/9/2020).

Dia menjelaskan, pemesanan atau delivery order dan persetujuan pengeluaran peti kemas dilakukan online, sehingga dokumen tidak perlu jalan fisik. Pemesanan truk juga dilakukan online sehingga seperti sistem Gojek, truk bisa dipesan dan tidak perlu ngetem fisik di satu tempat dan akan ada efisiensi.

"Platform ini memberikan kemudahan jasa untuk para pelaku bisnis, UMKM maupun manufaktur untuk melakukan pengiriman barang melalui jalur darat dan laut secara online, semua proses ini dapat dilakukan hanya dari ujung jari atau at your finger tips," ujarnya.

Adapun, PT Logol adalah marketplace logistic online yang menghubungkan stake holder di satu ekosistem logistik , mulai dari pemilik kargo, perusahaan logistik, perusahaan pelayaran , Badan Otoritas Pemerintah (bea cukai dan pelabuhan), lembaga keuangan dan asuransi melalui satu platform yang sudah terintegrasi.

"PT Logol, saat ini adalah satu-satunya platform logistic sudah terkoneksi dengan tiga terminal di Pelabuhan Tj. Priok (JICt, Koja, dan NPct) dalam melayani proses export dan import barang secara digital khusus dalam proses pengurusan dokumen yang terkait," ujarnya.

Jasa pelayanan PT Logol sendiri, katanya, mencakup layanan Ocean Freight (vessel schedule), Trucking (trucking booking management/containerised), E-document (pembuatan gate pass secara digital), dan Round Use Services (proses container import dapat digunakan kembali secara langsung untuk proses ekspor).

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi berharap lewat penerapan NLE ini praktik repetisi dan replikasi dalam proses logistik terutama di pelabuhan bisa diberantas.

"Khusus di laut yang memang sangat lekat atau syarat dengan permasalahan ini, dalam jangka pendek tentu pengembangan platform NLE, pemetaan dan penyederhanaan dari proses bisnis pre-clearance dan dalam rangka menghilangkan repetisi dan replikasi, ini sangat penting," tutur dia.

Selain itu, Budi mengatakan pihaknya sudah melakukan inovasi menggunakan platform digital yang menggabungkan segala proses perizinan yang diperlukan dalam arus logistik.

"Kami juga sudah mengimplementasikan berbagai platform digital tentang efisiensi proses dan biaya salah satunya menggabungkan platform logistik, menyederhanakan proses bisnis dari clearance melalui single submission pengangkutan, penerapan online on gate di pelabuhan, dan juga melakukan integrasi semua moda transportasi logistik," katanya.

Bagikan artikel ini: