Genjot kesembuhan pasien, Luhut berambisi kebut produksi obat Covid-19

Senin, 28 September 2020 | 09:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta produsen farmasi nasional mengebut produksi obat Covid 19, salah satunya Remdesivir. Hal ini untuk meningkatkan jumlah pasien sembuh Covid-19.

"Harus diupayakan untuk segera produksi dalam negeri. Kita cari bahan-bahannya itu nanti, jadi jangan ada hambatan," kata Luhut kepada Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, seperti dilansir dari keterangan tertulis, Minggu (27/9/2020)

Luhut mengatakan bahwa demi kepentingan nasional, Bio Farma harus segera mengambil langkah cepat dan tepat agar bahan baku produksi nasional dapat segera dikerjakan. "Strateginya untuk kepentingan emergency dan kepentingan nasional. Kita harus cepat dan jangan terlalu kaku karena ini untuk kemanusiaan," tegasnya.

Senada dengan Luhut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan setuju untuk mendukung semua riset yang dilakukan untuk memproduksi Remdesivir dalam negeri.

"Saya back up untuk kebutuhan obat apapun pasti akan kami dukung karena kami tinggal ajukan dan adakan bersama dengan BUMN. Bersama dengan BPOM kami akan koordinasi supaya segala sesuatu tepat sasaran, tepat waktu dan kita tidak membuat kebijakan yang justru kita tidak bisa menyelamatkan (pasien Covid-19) seperti apa yang Bapak (Menko Luhut) sampaikan," kata dia.

Adapun Dirut Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengurus izin untuk memproduksi Remdesivir. Dia berujar ada dua cara yang dilakukan perseroan, antara lain mengadakan kerja sama dengan India. "Sementara kami akan melakukan uji klinis nanti kerja sama dengan BUMN," kata Honesti.

Selain mengurus izin impor, perseroan juga sedang menggelar riset untuk produksi obat Covid-19 dalam negeri. Bio Farma, menurut Honesti, telah melakukan uji klinis skala pilot untuk produksi Remdesivir dalam negeri.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan pihaknya telah memproses izin uji klinis untuk Remdesivir. "Terkait bahan baku dari Tiongkok, kami sudah mencatat dan akan cari jalan yang terbaik dengan tetap menjaga aspek keamanan dan mutu," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: