BPKP usulkan harga swab test Covid-19 mulai Rp439 ribu

Senin, 28 September 2020 | 19:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah tengah merancang biaya tes polymerase chain reaction (PCR) swab test virus corona yang lebih murah dari saat ini. Hal ini dilakukan agar biaya tersebut tak memberatkan masyarakat dan merugikan swasta yang bergerak di bidang jasa laboratorium.

Hal tersebut sempat dibahas dalam rapat terbatas penanganan Covid-19 yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam rapat tersebut, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengusulkan biaya tes yang lebih murah. "BPKP berikan estimasi harga kontraktual (kolektif) Rp 439.000 per spesimen. Untuk sifatnya mandiri usulan BPKP Rp 797.000," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam konferensi pers virtual, Senin (28/9/2020).

Dari pencarian beberapa laman rumah sakit, biaya tes usap Covid-19 mencapai Rp 1,2 juta sampai Rp 3,5 juta. Namun, Doni mengatakan usulan harga dari BKPP tersebut masih dievaluasi tim dari Kementerian Kesehatan.

Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan mematangkan harga tes PCR tersebut. "Pemerintah masih kaji laporan dari BPKP," ujar Doni

Standardisasi harga dan mutu tes usap yang berbasis PCR akan tertuang dalam sebuah aturan. Regulasi ini akan berlaku bagi fasilitas kesehatan milik pemerintah, swasta serta provider PCR dan reagen.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Suprapto menyebutkan, aturan tersebut sudah diteken oleh Kemenkes. Namun, Kementerian yang dipimpin Terawan Agus Putranto itu belum memberikan konfirmasi.

Sedangkan upaya peningkatan kapasitas tes Covid-19 RI masih terbentur minimnya fasilitas laboratorium dan biaya pemeriksaan yang tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan jumlah ideal tes Covid-19 mingguan adalah 1.000 orang per satu juta penduduk. Dengan jumlah penduduk Indonesia mencapai 267 juta, seharusnya tes harus dilakukan kepada 267.000 orang tiap pekan. Namun hingga 24 September, tingkat pengetesan di RI baru mencapai 62% dari target WHO.kbc11

Bagikan artikel ini: