Harga mulai Rp1 juta, pemerintah yakin ORI laris-manis

Selasa, 29 September 2020 | 09:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penawaran obligasi ritel oleh pemerintah menjadi semakin semarak pada masa pandemi. Pasalnya, kebutuhan masyarakat untuk menempatkan dana di instrumen yang aman kian besar di tengah ancaman resesi yang menekan kinerja aset berisiko seperti saham.

Obligasi ritel negara lebih dipilih dibanding menempatkan uang di bank dengan tingkat suku bunga rendah.

Staf Khusus Menteri Keuangan Masyita Crystallin mengatakan, pemerintah akan menerbitkan obligasi ritel negara (ORI) yaitu ORI018 pada Kamis (1/10/2020).

"Untuk investasi, profilnya harus dilihat dari sisi risiko dan tenggat waktu investasi. Ini (ORI018) fixed rate tapi likuiditasnya tinggi," kata Masyita, Senin (28/9/2020).

Masyita menjelaskan, ORI018 dapat dibeli oleh masyarakat perorangan minimal Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar.

Adapun, sejauh ini pemerintah belum menetapkan target untuk penawaran ORI018. Masyita mengatakan bahwa target tersebut biasanya tidak dipasang dari awal.

Namun, pemerintah disebut optimis penawaran ORI018 akan laku keras seperti penawaran obligasi ritel sebelumnya.

Baru-baru ini, pemerintah telah menyelesaikan penawaran Sukuk Ritel (SR) 013 dengan mendapatkan permintaan sekitar Rp25 triliun atau jauh melebihi target Rp5 triliun.

Pada penjualan seri ORI sebelumnya yaitu ORI017, pemerintah mencatat total volume pemesanan mencapai Rp18,33 triliun melebihi target penerbitan Rp10 triliun. ORI017 menawarkan kupon sebesar 6,40 persen per tahun.

"Limitnya tidak di-set di awal. Sewaktu penawaran ORI017 dapat Rp18 triliun. Sukuk Ritel kemarin kita dapat total Rp25 triliun dan banyak investor baru," tutur Masyita.

Dia menambahkan, penerbitan obligasi ritel ini seiring dengan upaya pemerintah menyeimbangi tekanan penerimaan negara dari sisi pajak yang turun pada masa pandemi dengan stimulus untuk membangkitkan ekonomi.

Seperti ORI sebelumnya, dana hasil penawaran ORI018 akan digunakan untuk program pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional pasca-pandemi Covid-19 dalam APBN 2020.

ORI merupakan salah satu instrumen SBN yang ditawarkan kepada individu atau perseorangan WNI melalui mitra distribusi di pasar perdana.

Instrumen ini dapat diperdagangkan (tradable) di pasar sekunder, dengan adanya potensi capital gain/loss setelah melewati masa minimum holding period (MHP).

Berbeda dengan jenis ORI lainnya yang memiliki waktu tunggu selama dua bulan, ORI018 hanya memiliki periode tunggu selama satu bulan. Artinya, investor sudah dapat memperdagangkan ORI018 di pasar sekunder pada Desember 2020.

Pemerintah akan menetapkan kupon ORI018 pada 29 September 2020. Selanjutnya, ORI018 akan ditawarkan kepada masyarakat pada periode 1-21 Oktober 2020 melalui mitra distribusi. kbc10

Bagikan artikel ini: