95 Persen industri telah nikmati harga gas murah

Selasa, 29 September 2020 | 19:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengklaim 95% industri telah merasakan harga gas murah yakni US$6 per Million British Thermal Unit (MMBTU). Industri tersebut masuk dalam tujuh kategori Perpres 40 Tahun 2016.

Ketujuh industri ini antara lain industri pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca dan sarung tangan. Dalam aturan turunannya, terdapat 176 perusahaan yang termasuk dalam kategori tujuh sektor industri tersebut.

"Secara garis besar hampir 95 persen dari target tujuh industri yang diamanatkan dalam Perpres 40 sudah diimplementasikan," kata Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI secara virtual, di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Adapun alokasi gas untuk tujuh sektor industri tersebut sebesar 2.601 Billion British Thermal Unit per day (BBTUD). Ditambah untuk sektor kelistrikan sebesar 1.205 BBTUD. Secara rinci, untuk industri pupuk sebesar 838,46 BBTUD, petrokimia 90,87 BBTUD, oleochemical 33,37 BBTUD, baja 68,34 BBTUD, keramik 112,09 BBTUD, kaca 55,46 BBTUD, dan sarung tangan karet 1,23 BBTUD.

Berdasarkan Kepmen tersebut, terdapat 224 kontrak yang terbagi dari kontrak langsung dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Di antaranya 18 kontrak dengan volume 794,46 BBTUD dan kontrak melalui badan usaha niaga sebanyak 206 kontrak dengan volume 405,36 BBTUD.

Dari kontrak badan usaha, sebanyak 197 kontrak telah diimplementasikan, sedangkan sembilan lainnya masih belum terimplementasikan. Penyebabnya yakni industri menghentikan kontrak perjanjian jual beli gas (PJBG) atas kemauan sendiri; belum tercapainya kesepakatan komersial antara industri dan pemasok gas; sumber pasokan gas hulu tidak sesuai lokasi konsumen di Cirebon, badan usaha sedang dalam proses pemenuhan ketentuan penyesuaian izin usaha niaga; serta untuk konsumen medan di Medan, harga gas bumi tertentu telah diterapkan tetapi masih proporsional berdasarkan realisasi penerapan penyesuaian gas hulu.

"Kami terus lakukan evaluasi, ke depan kita akan memastikan tujuh jenis industri itu betul-betul dapat harga yang diputuskan dalam Perpres 40," jelas Ego.kbc11

Bagikan artikel ini: