Desainer Ayu Wulan gelar show tampilkan kekuatan Dewi Sri di 8 busana

Rabu, 30 September 2020 | 10:56 WIB ET

SURABAYA - Tampil di gelaran pameran "Serba-Serbi Manten" di Cito, Surabaya; desainer Ayu Wulan baru-baru ini menggelar show tunggal pertama di tengah pandemi. 

Menjadi desainer pertama yang menggelar show tunggal secara offline, Ayu Wulan sempat khawatir. Namun, saat mengetahui acara berjalan dengan lancar, ia justru merasa bersyukur.

"Bersyukur dan senang karena show ini dapat berjalan lancar hingga melebihi ekspektasi yang saya tentukan di awal," ujar perempuan yang akrab disapa Wulan itu.

Dalam show tunggal dengan nuansa tradisional ini, Wulan mengambil tema Sri Indonesia dan menampilkan delapan busana sekaligus.

Wulan mengaku, mengambil nama Sri Indonesia lantaran terinspirasi dari Dewi Sri dan dipercaya sebagai sosok yang menguasai dunia bawah tanah hingga bulan.

"Peran Dewi Sri ini mencakup banyak aspek seperti, pelindung kelahiran dan kehidupan, serta dapat mengendalikan bahan makanan di bumi, mengatur kehidupan, kekayaan, dan kemakmuran," terangnya.

Atau secara umum, lanjut Wulan, Sri Indonesia ini terinspirasi dari perempuan kuat di Indonesia. Filosofi tersebut dipercaya Wulan dapat menjadi semangatnya untuk terus berkarya bagi kemakmuran bangsa dan kebangkitan industri kreatif Jawa Timur.

Busana yang ditampilkan Wulan tersebut mewakili delapan daerah yang ada di Indonesia yakni, Padang, Palembang, Sunda, Solo, Yogya, Lampung, dan Bali.

Dari masing-masing busana, Wulan sengaja membuatnya dengan warna-warna nude. Ia merasa di tahun 2020 ini, warna tersebut melambangkan kesederhanaan dan keanggunan. Sehingga banyak yang menginginkan busana pernikahannya dibuat dengan warna-warna tersebut.

"Penggunaan busana tradisional untuk pengantin merupakan warisan budaya Indonesia, sehingga memadukan dengan sentuhan modern adalah salah satu usaha saya untuk menggaet pasar milenial," tambahnya.

Tak sendiri, dalam show kali ini Wulan turut serta menggandeng make up artist dari Sanggar Rias Dewi Yossie untuk menyempurnakan tampilan tradisional.

Yossie Kusumadewi selaku owner dari Sanggar Rias Dewi Yossie mengaku menyelaraskan warna make up dengan busana. 

Pada make up kali ini, Yossie juga sama halnya dengan Wulan yakni memanfaatkan warna nude untuk make up dan mempertajam area mata. 

Hal itu ia lakukan lantaran para calon pengantin saat ini harus menggunakan masker, sehingga apabila bagian mata tidak dibentuk tajam, make up akan terlihat biasa saja.

Selama penyelenggaraan wedding new normal, ada beberapa hal yang ditambahkan Yossie dalam pengaplikasian make up. Salah satunya dengan memilih bahan-bahan make up tahan lama.

"Kalau di Sanggar Rias Dewi Yossie dijamin make up bisa tahan selama 16 jam. Bahkan, ketika berkeringat itu justru lebih bagus dan menampilkan kesan make up natural," ungkapnya.

Dengan gelaran show busana tradisional ini Wulan berharap agar dapat menginspirasi dan memberikan semangat baru bagi industri wedding di Indonesia. kbc5

Bagikan artikel ini: