Wow! Perbankan buntung US$171 miliar akibat dibobol hacker

Rabu, 30 September 2020 | 19:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: GBG selaku perusahaan teknologi global dalam manajemen fraud dan compliance mencatat kerugian industri perbankan global akibat kejahatan digital. Adapun penjahat digital banyak melakukan pembobolan rekening nasabah bank.

Managing Director GBG APAC June Lee mengatakan, perbankan di seluruh dunia telah menelan kerugian sebesar US$171 miliar akibat dibobol hacker. Adapun kerugian tersebut terhitung selama medio lima tahun.

"Periode itu sepanjang lima tahun jenis fraud yang dijelaskan itu pengumpulan data secara digital dari bergai pihak yang nggak seharusnya dilakukan penjahat digital," ujar June dalam diskusi virtual, Rabu (30/9/2020).

Menurut dia, kejahatan digital yang mengincar nasabah perbankan modusnya bermacam-macam. Salah satu modusnya mengirimkan pesan elektronik dengan menawarkan berbagai macam hadian jika mau membuka rekening bank untuk membantu mengelola transaksi pihak lain.

"Iming-imingnya buka jasa rekening bank. Jika iya, berarti anda sudah masuk penipuan umum yang memadukan scam dengan first party fraud sehingga menjadikannya sulit untuk dideteksi. Namanya adalah money mule," kata dia.

Dia menambahkan, saat ini penjahat digital memiliki modus baru dengan melibatkan rekayasa atau social engineering dan skema first party fraud. Penipu memperoleh uang dari korban dengan meminta korban untuk membuka rekening bank dan mengelola transaksi.

"Money mule dinilai sebagai tipe fraud terbesar kedua yang memiliki dampak signifikan kepada institusi finansial di Indonesia tahun 2019," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: