BPJS Kesehatan bayar klaim perawatan pasien Covid-19 Rp4,4 triliun

Rabu, 30 September 2020 | 19:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyatakan sudah membayar klaim perawatan pasien Covid-19 senilai Rp4,4 triliun kepada rumah sakit.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan, pihaknya juga tengah memverifikasi tagihan lain yang nilanya mencapai Rp2,2 triliun. Untuk itu dia meminta kepada rumah sakit lain yang belum mengajukan untuk segera menyampaikannya ke BPJS Kesehatan.

Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir menyatakan belum semua rumah sakit yang menjadi penyelenggara pelayanan pasien Covid-19 mengajukan klaim ke BPJS Kesehatan.

Berdasarkan data yang dimilikinya, ada 1906 rumah sakit yang menjadi penyelenggara pelayanan covid. Dari jumlah itu, baru 1.356 rumah sakit yang sudah mengajukan klaim.

Sementara itu, 550 rumah sakit sampai dengan saat ini belum mengajukan klaim sama sekali.

"Tiga terbanyak ada di Jawa Timur, Jawa Barat dan Sumatra Utara," katanya dalam rapat Koordinasi percepatan penyelesaian klaim biaya perawatan pasien Covid-19 dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan seperti dikutip, Rabu (30/9/2020).

Sementara itu dalam rapat yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan rumah sakit di wilayahnya mengalami beberapa kendala dalam mengajukan klaim perawatan pasien Covid-19 ke BPJS Kesehatan.

Pertama, berkaitan dengan ketiadaan petunjuk teknis untuk klaim pembiayaan kasus covid dengan penyakit penyerta yang tidak berhubungan. Kedua, perbedaan persepsi antara dokter penanggung jawab pelayanan dengan verifikator terkait diagnosis komorbid dan kriteria pulang dan kriteria akhir penjaminan.

Ketiga, pengobatan terapi tambahan seperti intravena, immunoglobulin, plasmaconvelesens, stem sel dan anti interleukin yang masih dalam tahap klinis tidak dapat diklaimkan ke BPJS Kesehatan. kbc10

Bagikan artikel ini: