Penerbangan sepi, ratusan ribu karyawan maskapai dunia terancam nganggur

Kamis, 1 Oktober 2020 | 09:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Transportasi Udara Internasional atau International Air Transport Association (IATA) memberi rambu-rambu akan adanya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan ribu karyawan maskapai penerbangan, jika bantuan pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak kunjung bertambah.

Dikutip dari BBC, Rabu (30/9/2020) IATA memperkirakan lalu lintas udara anjlok 66% di bawah level pada 2019. Mengingat musim liburan berakhir dengan suram, IATA berharap setidaknya 2024 lalu lintas udara dapat normal seperti sebelum pandemi.

Kini lonjakan kedua kasus Covid-19 pemerintah lebih banyak melakukan pembatasan ke sektor penerbangan. Bahkan, industri penerbangan telah mengalami penurunan tajam dalam bisnisnya sejak virus Corona berkembang menjadi pandemi global.

Kepala Eksekutif IATA Alexandre de Juniac mengatakan, sepanjang 2020, maskapai penerbangan besar, bandara, dan perusahaan travel mengumumkan telah memangkas ribuan karyawannya.

"Tanpa tindakan bantuan tambahan dan pembukaan kembali perbatasan, ratusan ribu pekerjaan maskapai penerbangan akan hilang," kata Juniac.

Juniac menyerukan agar tes Covid-19 dilakukan secara rutin pada penumpang sebelum penerbangan berangkat. Hal itu untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dalam perjalanan udara dan membuat pemerintah lebih bersedia untuk membuka perbatasan.

Maskapai penerbangan telah menunjukkan tanda-tanda kesulitan tahun ini. Awal bulan ini Virgin Atlantic mengumumkan akan memangkas 1.150 pekerjaan lagi. Sebelumnya 3.500 pekerja telah dipangkas di awal tahun.

Virgin Atlantic mengatakan PHK perlu dilakukan untuk kelangsungan hidup perusahaan. Selain itu, sebagai bagian dari rencana menghemat US$1,5 miliar untuk mengamankan masa depannya selama setidaknya 18 bulan.

Bulan lalu, maskapai penerbangan terbesar di dunia American Airlines mengatakan akan memangkas 19.000 pekerjaan pada Oktober ketika skema dukungan gaji pemerintah berakhir. Pekerjaan terdampak PHK merupakan 30% dari tenaga kerja maskapai.

United Airlines mengatakan, sebanyak 36.000 pekerja terancam di-PHK. Lufthansa Jerman memperingatkan pihaknya dapat memangkas 22.000 posisi, dan British Airways mengatakan akan memangkas hingga 13.000 pekerjaan. kbc10

Bagikan artikel ini: