Nilai tukar petani September naik 0,99 persen

Kamis, 1 Oktober 2020 | 19:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 34 provinsi di Indonesia pada September 2020, NTP secara nasional naik 0,99% dibandingkan NTP Agustus 2020, yaitu menjadi 101,66 dari 100,65.

"Tentunya ini berita yang menggembirakan. Seluruh subsektor mengalami peningkatan kecuali sub sektor hortikultura dan peternakan," kata Kepala BPS Suhariyanto saat menggelar konferensi pers secara virtual di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Suhariyanto memaparkan kenaikan NTP pada September 2020 disebabkan kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian. Sementara indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga mengalami penurunan meskipun indeks harga untuk keperluan produksi pertanian meningkat.

Kenaikan NTP September 2020 dipengaruhi oleh naiknya NTP di tiga sub sektor pertanian, yaitu NTP sub sektor Tanaman Pangan sebesar 0,90%, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 2,67%, dan sub sektor Perikanan sebesar 0,18%.

Sementara itu, NTP pada dua sub sektor lainnya mengalami penurunan, yaitu Sub sektor Tanaman Horkultura sebesar 0,43% dan Sub sektor Peternakan sebesar 0,63%. Diketahui, NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat angkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.kbc11

Bagikan artikel ini: