Dihantam sejumlah negara, TikTok tetap jadi aplikasi terbanyak diunduh

Senin, 5 Oktober 2020 | 16:51 WIB ET

BEIJING, kabarbisnis.com: Meski digencet di sejumlah negara, namun ternyata aplikasi berbagi video pendek, TikTok masih kokoh di pasar dan diminati banyak pengguna.

Sebelumnya, dwngan dipelopori Presiden AS, Donald Trump, negara sekutu AS di Eropa dan Asia sama-sama melabeli TikTok sebagai aplikasi tak aman.

Nah menurut laporan terbaru dari SensorTower, penginstalan aplikasi global mencapai 36,5 miliar pada Q3 (kuartal tiga) 2020. Ini merupakan peningkatan dari tahun ke tahun sekitar 23,3%.

Nilai unduhan berasal dari Google Play Store dan App Store. Selain itu, total konsumsi kedua platform aplikasi tersebut sekitar US$19,3 miliar, meningkat 32% dari tahun ke tahun.

Dalam hal pengunduhan aplikasi, TikTok tetap menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh untuk Q3 2020. TikTok menempati urutan pertama baik di Google Play Store maupun di App Store Apple.

Aplikasi lain seperti Facebook, Zoom, WhatsApp, dan Instagram juga cukup populer. TikTok telah menjadi pusat kontroversi belakangan ini. Perusahaan menghadapi ancaman larangan dari Pemerintah AS.

Sebagai akibatnya, TikTok telah mencapai kesepakatan dengan Oracle dan Walmart sehingga dapat mempertahankan bisnisnya di AS. Sejak Presiden Trump mengatakan bahwa dia telah menyetujui kesepakatan TikTok-Oracle secara prinsip, telah ada catatan signifikan mengenai kesepakatan tersebut.

Namun tampaknya situasinya sedikit lebih baik bagi perusahaan dan sekarang dapat menghadapi bisnisnya.

Android selalu menempati sebagian besar pasar. Meskipun Android memiliki angka, melihat pengeluaran konsumen untuk aplikasi, iOS masih memimpin Android dengan selisih yang besar. Pada kuartal ketiga, pendapatan App Store iOS mencapai US$19 miliar.

Adapun Google Play Store, hanya mampu mengumpulkan US$10,3 miliar. Meski demikian, iOS belum tentu memiliki pendapatan yang lebih besar dari Android. Ini karena konsumen Android di China tidak menggunakan Google Play Store.

Dengan demikian, nilainya tidak mencerminkan pendapatan Android yang berasal dari China. Karena pasar China adalah pasar yang sangat besar untuk Android, kesenjangan pendapatan antara iOS dan Android mungkin tidak terlalu besar.

Di segmen game, sebut laman Giz China, Tencent Games (dengan TiMi Studios) Honor of the Kings terus memimpin. Namun, ada game populer lainnya seperti PUGB Mobile dan Pokemon Go.

Menariknya, dalam hal perolehan pendapatan, Honor of the Kings tidak masuk dalam daftar 10 besar Google Play Store. Namun, game ini menduduki puncak untuk Apple App Store. Dalam daftar pendapatan teratas Google Play Store, Coin Master, Pokemon Go, dan Lineage M. kbc10

Bagikan artikel ini: