Negara kehilangan pendapatan pajak Rp500 triliun gegara pandemi Covid-19

Selasa, 6 Oktober 2020 | 13:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat negara kehilangan pemasukan dari perpajakan sebesar Rp 500 triliun akibat dampak pandemi corona atau Covid-19.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, turunnya penerimaan negara tersebut berarti gerak roda perekonomian sedang melambat.

"Penerimaan pajak itu kita perkirakan Rp 500 triliun tidak akan terkumpul. Artinya, kegiatan ekonomi yang turun berarti tidak bayar pajak," ujarnya dalam acara virtual, Selasa (6/10/2020).

Kemudian, kata Suahasil, pemerintah juga memberikan seperangkat insentif kepada berbagai kalangan pelaku usaha agar bisa tetap bertahan saat pandemi.

Di sisi lain, belanja negara tidak bisa diturunkan karena sebagai bentuk dukungan penanganan pandemi Covid-19, sehingga semakin memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Belanja kita naikkan, sehingga di dalam APBN kita meningkatkan belanja sekira Rp 200 triliun. Kita melakukan realokasi didalam pagu yang ada dan masih kita tingkatkan lagi Rp 200 triliun," pungkasnya.

Adapun karena penerimaan pajak turun Rp 500 triliun dan belanja naik Rp 200 triliun maka pemerintah memerlukan adanya kenaikan defisit Rp 700 triliun dari awal sekira Rp 300 triliun, sehingga totalnya menjadi Rp 1.000 triliun atau 6,3 persen PDB. kbc10

Bagikan artikel ini: